SketsaNusantara.id - Kebaya sering kali dianggap sebagai pakaian zaman dulu yang kurang kekinian.
Namun pandangan tersebut mulai berubah sejak banyak wanita Indonesia yang mulai kembali memperkenalkan kebaya.
Ditambah banyaknya film Indonesia berlatar sejarah yang menghadirkan kebaya seperti film Kartini yang diperankan Dian Sastrowardoyo.
Bahkan baru-baru ini Dian Sastrowardoyo mengunggah video singkat mengenai film tentang kebaya yang dikabarkan akan tayang di channel YouTube portal informasi budaya di bawah yayasan milik salah satu merek rokok di Indonesia.
Kebaya sendiri adalah salah satu pakaian tradisional wanita Indonesia.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Portal Informasi Indonesia, kebaya sudah menjadi adibusana perempuan di tanah Jawa sejak era Kerajaan Majapahit.
Baca Juga: Sejarah dan Filosofi Kolak, Temukan Tuhan dalam Semangkok Kudapan Manis?
Bahkan menurut sejarawan Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa Silang 2: Jaringan Asia, ia menyebutkan kebaya sudah ada di Nusantara sebelum abad ke-15.
Kata kebaya sendiri diyakini berasal dari bahasa Arab, Abaya yang memiliki arti pakaian atau jubah.
Namun jika diadopsi ke dalam bahasa Melayu, kebaya adalah blus perempuan dengan ciri khas kain lembut, tipis dan bermotif sulaman sertai dijahit mengikuti lekuk tubuh.
Tak banyak yang tahu, bahwa kebaya yang identik sebagai pakaian wanita Indonesia memiliki makna dan filosofi mendalam.
Artikel Terkait
Mengulik Sejarah Bubur Suro, Wasilah Nabi Nuh Sebagai Penyatu Perbedaan Perspektif Serta Filosofi dalam Tradisi Islam dan Jawa
Punya Filosofi Mendalam, Kupas Makna Kue Apem, Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo, Berasal dari Bahasa Arab?
Mengenal Makna Filosofi Soto Kudus Sebagai Kuliner Khas Kota Kudus, Kaitannya dengan Penggunaan Daging Kerbau?
Kenapa Masjid Gede Mataram Kotagede Dikelilingi Air? Tempat Ibadah yang Dibangun Panembahan Senopati Ini Punya Filosofi Keren
Inilah Makam Syekh Sulukhi di Nganjuk, Seorang Ulama Islam Terkenal Keturunan Majapahit, Lokasinya diā¦
Cikal Bakal Kabupaten Lumajang? 5 Fakta Kerajaan Lamajang Tigang Juru Wilayah Kekuasaan Arya Wiraraja Bagian dari Majapahit
Sejarah dan Filosofi Kolak, Temukan Tuhan dalam Semangkok Kudapan Manis?