Ki Ronggo, sebagai bagian dari keluarga yang terlibat, dibawa lari oleh Nyi Seda Bulangan untuk menjaga keselamatannya.
Di bawah pengawasan Ki Patih Alus, Ki Ronggo mendapat pendidikan bela diri dan agama.
Setelah menikah, ia diberi tugas untuk menemukan kawasan strategis yang kemudian dikenal sebagai Bondowoso.
Pada tahun 1794, ia diangkat sebagai demang di Bondowoso dan berhasil mengembangkan wilayah tersebut.
Baca Juga: 3 Keunikan Masjid Agung Tuban, Kebanggaan Masyarakat Kota Wali dengan Sebutan Masjid 1001 Malam
Puncak karier Kyai Ronggo terjadi pada 17 Agustus 1819 ketika Bondowoso dinyatakan lepas dari Besuki dengan bantuan Adipati Besuki, R. Aryo, yang dipercaya oleh Gubernur Hindia Belanda.
Ki Ronggo diangkat sebagai penguasa Bondowoso dan pemimpin agama dengan gelar M. Ng. Kertonegoro Ronggo I, ditandai dengan penyerahan Tombak Tunggul Wulung.
Kepemimpinan Ki Ronggo berlangsung dari 1819 hingga 1830, meliputi wilayah Bondowoso dan Jember.
Warisan dan pengaruhnya masih terasa hingga kini, menjadikan Bondowoso sebagai kota yang terus berkembang dan dikenal luas.***
Artikel Terkait
Siapa Arya Wiraraja? 5 Fakta Penguasa Lumajang, Pernah Jadi Adipati Sumenep yang Dulu Mengabdi ke Kakek Raden Wijaya
Makam Belanda Cantik Sejak Tahun 1800an di Surabaya, Bak Pemakaman Eropa dengan Nisan yang Unik
Terinspirasi dari Stadion San Siro! Dibangun Tahun 2005, Stadion di Jawa Ini Punya Standar Kelas Eropa
Pandawa Ternyata Ada 7? Versi ini Hanya Ada di Jawa, Salah Satu Anggotanya Berwatak Nekat tapi Cerdas
Sering Diledek Tukang Kawin oleh Kresna, Inilah 3 Sifat Arjuna yang Membuatnya Melakukan Poligami dengan 16 Istri
Mengenal KH Bisri Syansuri, Tokoh Ulama Nusantara Pendiri NU dan Penggagas Pesantren Perempuan Pertama di Indonesia
Makam Astana Srandil, Situs Wisata Religi Makam Islam Nusantara di Ponorogo Provinsi Jawa Timur