Arya Wiraraja atau Banyak Wide dinobatkan sebagai Raja Kerajaan Lumajang pada hari Kamis Legi, Wuku Landep.
Waktu tersebut bertepatan dengan tanggal 25 bulan Bhadrapada atau bulan Karo di tahun 1216 Saka atau tanggal 26 Agustus 1294 Masehi.
5) Daerah kekuasaan Arya Wiraraja
Sebagai raja dan penguasa Lumajang kala itu, wilayah kekuasaan Kerajaan Lamajang Tigang Juru cukup luas.
Baca Juga: 7 Peristiwa Penting Bersejarah pada 10 Muharram, Ada Nabi Ibrahim yang Selamat dari Api Raja Namrud
Bukan hanya di Kabupaten Lumajang saja, daerah kekuasaan Arya Wiraraja mencapai Besuki, Blambangan, hingga Bali.
Jika dilihat saat ini, dulunya wilayah Kerajaan Lamajang mencakup daerah Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi.
Tak lupa Pulau Madura dan Pulau Bali pun menjadi wilayah kekuasaan Arya Wiraraja yang makmur.
Baca Juga: Dari Kerajaan yang Besar di Jawa Hingga Terpecah: Silsilah Raja-raja Dinasti Mataram Islam
Terkenal sebagai Raja yang bijaksana dan baik, rakyat Lumajang dibawah kepemimpinan Arya Wiraraja sangat makmur.
Hingga Arya Wiraraja mengabdikan diri untuk Lamajang Tigang Juru sampai akhir hayat dan dimakamkan di Lumajang.***
Artikel Terkait
Isi Surat Raja Sriwijaya Sri Indrawarman untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz, jadi Bukti Islamisasi Nusantara?
Dijuluki Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak Berusia 17 Tahun Ini Berani Menyerang Portugis di Malaka, Siapa?
Nasi Kropokhan, Menu Khas Raja-raja Demak, Beda Sajian Raja dengan Rakyat Biasa
Misteri Kisah Habib Ali bin Abu Bakar Al Hamid dalam Dakwah Islamnya di Pulau Bali, Ternyata Kepercayaan Raja Klungkung?
Sosok Damarwulan yang Sering Dipentaskan dalam Janger Banyuwangi, Musuh Minak Jinggo yang Jadi Raja Majapahit?
Makam Ken Arok di Mana? Raja Pertama Kerajaan Singasari Bergelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi
3 Keistimewaan Ken Dedes, Ratu Pertama Kerajaan Singasari yang Terkenal Sebagai Ibu Para Raja Jawa
Ratu Kencana Wungu, Raja Majapahit yang Meminta Kepala Minak Jinggo, Sosok Nyata atau Legenda Semata?
Makam Nyai Ageng Ngerang Dianggap Keramat, Sosok Ulama Wanita Zaman Wali Songo Ini Keturunan Raja Majapahit?
Jadi Tugu Peringatan Kematian Raja Hayam Wuruk, Candi di Nganjuk Ini Telah Berubah Nama Sesuai Nama Desanya