SketsaNusantara.id - Dinasti Mataram yang kini terbagi menjadi empat kerajaan yaitu Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman, memiliki sejarah panjang dan menarik.
Berikut ini adalah garis besar perjalanan dinasti Mataram dari awal hingga pembagiannya menjadi empat kerajaan tersebut, seperti dilansir dari kanal YouTube Heri Purwanto 81.
Dinasti Mataram berawal dari Ki Ageng Pamanahan yang memiliki nama asli Bagus Kacung. Setelah menjadi pemimpin wilayah Mataram, ia dikenal sebagai Ki Ageng Mataram.
Pada masa kepemimpinannya, Mataram masih berada di bawah Kerajaan Pajang yang dipimpin oleh Sultan Hadiwijaya, atau lebih dikenal sebagai Joko Tingkir.
Ki Ageng Pamanahan memimpin Mataram dari tahun 1556 hingga 1584.
Setelah Ki Ageng Pamanahan wafat, kepemimpinan Mataram diteruskan oleh putra sulungnya, Senopati ing Ngalogo yang bernama asli Bagus Robot.
Baca Juga: Wajib Dipatuhi! Ini Larangan dan Aturan Khusus Peserta Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Solo 2024
Ia kemudian dikenal sebagai Danang Sutawijaya atau Raden Ngabehi Loring Pasar.
Senopati ing Ngalogo bercita-cita memerdekakan Mataram dari Kerajaan Pajang.
Pada tahun 1587, terjadi pertempuran antara Mataram dan Pajang yang berakhir dengan kemenangan Mataram, dibantu oleh letusan Gunung Merapi.
Baca Juga: Digelar Malam Ini! Cek Rute Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta, Patuhi Aturan Penting Ini
Sultan Hadiwijaya kemudian jatuh sakit dan meninggal dunia, sehingga Mataram memperoleh kemerdekaannya.
Setelah Sultan Hadiwijaya wafat, putranya, Pangeran Benowo, menjadi raja Pajang dan merestui kemerdekaan Mataram.
Artikel Terkait
Nganjuk Mendadak Jadi Destinasi Wisata Religi di Bulan Suro, Lokasi Ini Ramai Dikunjungi Peziarah Meski Letaknya Ada di Ketinggian
Ritual Mistis Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang, Ada Prosesi Khusus untuk Pengharapan Agar Sumber Air Tetap Mengalir
7 Tradisi Malam 1 Suro di Pulau Jawa, Ada Kirab Kebo Bule Keraton Solo hingga Tapa Bisu Keraton Yogyakarta
Dijamin Gak Bakal Bosen, Cuma di Fakfak, Papua Barat Kamu Bisa Nikmatin Air Terjun Langsung ke Lautan!
Kepala Desa Wajib Nikah 1 Tahun Sekali, Tradisi Unik Malam 1 Suro Warga Temanggung, Konon Bikin Awet Muda
Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa
Ada Sejak 200 Masehi, Air Pemukiman Kuno di Temanggung Jadi Rebutan Warga di Malam 1 Suro, Sunan Kalijaga Pernah ke Sini
Mengenal Bubur Suro, Makanan Khas Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam di Tanah Jawa, Terinspirasi dari Kisah Nabi Nuh
Kebo Bule Kyai Slamet jadi Tokoh Utama Tradisi Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta, Kenapa? Alasannya...