Mangkunegoro VIII tidak mau menjadi wakil Gubernur untuk Karesidenan Surakarta mendampingi Pakubuwono XII, jadi 1 faktor Surakarta tidak menjadi daerah istimewa.
Dilihat dari usia, pemimpin Keraton Kasunanan Surakarta waktu itu masih sama-sama muda, Pakubuwono XII masih 20-an tahun.
Ada faktor lain yang disorot oleh rakyat Surakarta kala itu tentang sosok Sunan dan Mangkunegoro.
"Sunan dan Adipati Mangkunegoro waktu itu lebih dekat ke kolonial daripada ke Indonesia," kata Ustadz Salim A. Fillah.
Bukan hanya itu, alasan mengapa Surakarta tidak memiliki status Daerah Istimewa, karena muncul gerakan anti pemerintah.
"Di Solo waktu itu muncul gerakan anti swapraja," katanya.
Inilah yang menjadi awal mula dihapusnya status Daerah istimewa Surakarta.
Gerakan Anti Swapraja merupakan sekelompok masyarakat di sayap kiri Surakarta yang tidak menghendaki adanya kerajaan yang dibentuk di Surakarta tadi.
Swapraja merupakan bentuk pemerintahan independen yang dulu dibuat atau dipimpin oleh Sunan dan Mangkunegoro.
"Itu ada gerakan antinya, sampai patih kasunanan diculik 3 kali, Pakubuwono juga sempat diculik," ungkap Ustadz Salim A. Fillah.
Sehingga disimpulkan, status Daerah Istimewa dicabut memang dari pihak rakyatnya sendiri yang tidak menginginkan adanya daerah tersebut.
Artikel Terkait
Sekelumit Kisah Makanan Manis di Yogyakarta dan Solo, Ternyata Miliki Kisah Penuh Perjuangan pada Masa Tanam Paksa Penjajahan Belanda
Pelabuhan di Banyuwangi ini Punya Kapasitas Hingga 1200 Kendaraan, Punya View Menarik Hubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali
Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India
4 Kuliner Legendaris Bernama Unik Warisan Wali Songo yang Masih Eksis, Ada Favorit Sunan Kudus hingga Sunan Kalijaga
Meski Pakai Bahasa Jawa, Wedang Ronde Bukan Kuliner Asli Indonesia Loh, Begini Asal Usulnya hingga Jadi Simbol Reuni
Keistimewaan Gua Akbar, Destinasi Wisata Unggulan Tuban yang Punya Peranan Penting dalam Syiar Islam Wali Songo di Pulau Jawa
Klenteng di Muntilan ini Miliki Altar Presiden ke-4 Republik Indonesia, Diperlakukan Sama dengan Dewa-Dewi
2 Kesaktian Pusaka Joko Tingkir Kyai Bajulgiling, Ditakuti saat Melawan Gerilyawan Majapahit
Intip Serunya Liburan di Cepogo Cheese Park Boyolali, Spot Wisata ala Eropa dengan Aktivitas Menyenangkan!
Apakah Laksamana Cheng Ho Seorang Muslim? Inilah Jejak Perjalanan dan Bukti Peninggalannya di Nusantara