Minggu, 19 Juli 2026

Sekelumit Kisah Makanan Manis di Yogyakarta dan Solo, Ternyata Miliki Kisah Penuh Perjuangan pada Masa Tanam Paksa Penjajahan Belanda

Photo Author
Irma Agustiana, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 13 Juli 2024 | 21:15 WIB
Makanan manis di Yogyakarta dan Solo (instagram.com/@gudegbesekpakbima)
Makanan manis di Yogyakarta dan Solo (instagram.com/@gudegbesekpakbima)

 

SketsaNusantara.id - Yogyakarta dan Solo memiliki rasa makanan yang cenderung manis.

Seperti halnya makanan gudeg yang memiliki rasa yang manis-manis.

Hal ini ternyata makanan manis ini bukan hanya terjadi begitu saja melainkan memiliki makna yang dalam.

Baca Juga: Caos Dhahar Loro Gendhing Kuliner Kesukaan Sunan Kalijaga, Ternyata Makanan Ini Harus Dibuat Orang Ini…

Yang bahkan makanan manis di Yogyakarta dan Solo ini memiliki kisah penuh perjuangan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari video akun TikTok @gejapramono, makanan manis di Yogyakarta ini menjadi cara bertahan hidup di zaman dahulu.

Misalnya makanan gudeg dan telur yang dibuat rasa manis dan kecoklatan.

Ini menjadi cara bertahan hidup ketika sistem tanah paksa oleh Belanda.

Dimana petani dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur dipaksa menanam tebu akibatnya terjadi krisis pangan yang menyengsarakan rakyat.

Baca Juga: Senantiasa Diburu Peziarah, Inilah 'Ketupat Ketheg' Sajian Kuliner Khas Giri, Ternyata Dibuat dari Air Keruh?  

Sehingga mau tidak mau masyarakat mengolah tebu menjadi bahan baku aneka makanan.

Sehingga masyarakat setiap harinya makan makanan manis-manis.

Tak heran jika hal ini terbawa hingga saat ini makanan Yogyakarta dan Solo cenderung manis-manis. Ternyata makanan manis ini memiliki makna penting loh.***

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: TikTok @gejapramono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X