SketsaNusantara.id - Yogyakarta dan Solo memiliki rasa makanan yang cenderung manis.
Seperti halnya makanan gudeg yang memiliki rasa yang manis-manis.
Hal ini ternyata makanan manis ini bukan hanya terjadi begitu saja melainkan memiliki makna yang dalam.
Yang bahkan makanan manis di Yogyakarta dan Solo ini memiliki kisah penuh perjuangan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari video akun TikTok @gejapramono, makanan manis di Yogyakarta ini menjadi cara bertahan hidup di zaman dahulu.
Misalnya makanan gudeg dan telur yang dibuat rasa manis dan kecoklatan.
Ini menjadi cara bertahan hidup ketika sistem tanah paksa oleh Belanda.
Dimana petani dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur dipaksa menanam tebu akibatnya terjadi krisis pangan yang menyengsarakan rakyat.
Sehingga mau tidak mau masyarakat mengolah tebu menjadi bahan baku aneka makanan.
Sehingga masyarakat setiap harinya makan makanan manis-manis.
Tak heran jika hal ini terbawa hingga saat ini makanan Yogyakarta dan Solo cenderung manis-manis. Ternyata makanan manis ini memiliki makna penting loh.***
Artikel Terkait
Camilan Kesukaan Sunan Kudus, Muncul Setahun Sekali! Kuliner Ini Pernah Punya Sejarah Unik Sepanjang Era Wali Songo
Jadi Kuliner Khas Muntilan, Konon Makanan Ini Jadi Sarapan Pangeran Diponegoro
Punya Rasa Sambal yang Khas, Kuliner di Banyuwangi ini Memberikan Sensasi Seperti Tertampar Ketika Makan
Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan, Cari Menu Sarapan Legend Khas Demak Wajib Coba Kuliner Ini, Bikin Nostalgia
Jadi Kesukaan Sunan Muria, Intip Kuliner Khas Kudus yang Muncul 1 Tahun Sekali, Wali Songo Ini Doyan Makan Sehat?
Mengulik Kisah Lumpia, Kuliner Peranakan yang Bertumbuh Menjadi Ikon Khas Kota Semarang