Sabtu, 4 Juli 2026

Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India 

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 13 Juli 2024 | 21:30 WIB
Potret makanan khas Indonesia (Feepik/Jcomp)
Potret makanan khas Indonesia (Feepik/Jcomp)

Baca Juga: Dari Umpatan Jadi Simbol Toleransi, Kuliner Favorit Sunan Kudus Ini Punya Sejarah Unik

2. Bakpia

Dikenal sebagai makanan khas Yogyakarta, siapa sangka bakpia merupakan hasil akulturasi antara budaya Jawa dan Tionghoa.

Bahkan kata bakpia berasal dari dialek Hokkian yang berarti kue atau roti isi daging.

Awalnya, isian bakpia berupa daging dengan campuran minyak babi.

Kemudian disesuaikan dengan cita rasa Nusantara hingga isiannya diganti dengan kacang hijau dan tanpa minyak babi.

Baca Juga: Mengulik Kisah Lumpia, Kuliner Peranakan yang Bertumbuh Menjadi Ikon Khas Kota Semarang

3. Semur

Kelezatan semur rupanya perpaduan antara budaya Indonesia dan Belanda loh.

Bahkan kata Semur berasal dari bahasa Belanda, smoor, yakni makanan yang direbus dengan tomat dan bawang.

Namun bedanya, semur Indonesia memiliki cita rasa rempah yang kuat.

Baca Juga: Caos Dhahar Loro Gendhing Kuliner Kesukaan Sunan Kalijaga, Ternyata Makanan Ini Harus Dibuat Orang Ini…

4. Bakwan

Gorengan yang satu ini cukup populer bahkan memiliki nama lain di sejumlah daerah.

Ada yang menyebutnya Ote-ote, Bala-bala hingga Hongkong.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: kemenparekraf.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X