Baca Juga: Dari Umpatan Jadi Simbol Toleransi, Kuliner Favorit Sunan Kudus Ini Punya Sejarah Unik
2. Bakpia
Dikenal sebagai makanan khas Yogyakarta, siapa sangka bakpia merupakan hasil akulturasi antara budaya Jawa dan Tionghoa.
Bahkan kata bakpia berasal dari dialek Hokkian yang berarti kue atau roti isi daging.
Awalnya, isian bakpia berupa daging dengan campuran minyak babi.
Kemudian disesuaikan dengan cita rasa Nusantara hingga isiannya diganti dengan kacang hijau dan tanpa minyak babi.
Baca Juga: Mengulik Kisah Lumpia, Kuliner Peranakan yang Bertumbuh Menjadi Ikon Khas Kota Semarang
3. Semur
Kelezatan semur rupanya perpaduan antara budaya Indonesia dan Belanda loh.
Bahkan kata Semur berasal dari bahasa Belanda, smoor, yakni makanan yang direbus dengan tomat dan bawang.
Namun bedanya, semur Indonesia memiliki cita rasa rempah yang kuat.
4. Bakwan
Gorengan yang satu ini cukup populer bahkan memiliki nama lain di sejumlah daerah.
Ada yang menyebutnya Ote-ote, Bala-bala hingga Hongkong.
Artikel Terkait
Makanan Para Sultan Majapahit yang Masih Hits hingga Kini, Ada 5 Macam Masakan Para Sultan, Pernah Nyoba?
Jadi Kuliner Khas Muntilan, Konon Makanan Ini Jadi Sarapan Pangeran Diponegoro
Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan, Cari Menu Sarapan Legend Khas Demak Wajib Coba Kuliner Ini, Bikin Nostalgia
Jadi Kesukaan Sunan Muria, Intip Kuliner Khas Kudus yang Muncul 1 Tahun Sekali, Wali Songo Ini Doyan Makan Sehat?
Mengulik Kisah Lumpia, Kuliner Peranakan yang Bertumbuh Menjadi Ikon Khas Kota Semarang
Rawon, Makanan Khas Jawa Timur Berusia 1000 Tahun, Dulu Jadi Makanan Bangsawan, Warisan Kerajaan Majapahit?
Dari Umpatan Jadi Simbol Toleransi, Kuliner Favorit Sunan Kudus Ini Punya Sejarah Unik
Senantiasa Diburu Peziarah, Inilah 'Ketupat Ketheg' Sajian Kuliner Khas Giri, Ternyata Dibuat dari Air Keruh?