Kamis, 4 Juni 2026

Gagalnya Invasi Mongol ke Jawa: Malah Menjadi Kegagalan yang Sangat Memalukan Sepanjang Sejarah

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Juli 2024 | 12:30 WIB
Sejarah invasi Mongol ke Jawa. ( X/ @RadioElshinta.)
Sejarah invasi Mongol ke Jawa. ( X/ @RadioElshinta.)

Terbiasa dengan padang rumput luas dan medan pertempuran terbuka, pasukan Mongol merasa kewalahan di hutan belantara dan iklim lembap Jawa.

Selain itu, mereka dihadapkan pada musuh yang cerdik, Raden Wijaya.

Raden Wijaya yang sebelumnya mencari bantuan Mongol untuk menggulingkan rivalnya, Jayakatwang, dengan imbalan tunduk secara nominal pada otoritas Mongol.

Baca Juga: Siapakah Nama Asli Sunan Muria? Mengenal Sosok Wali Songo Termuda yang Berperan Besar dalam Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Namun, Raden Wijaya memiliki rencana lain dengan memanfaatkan pengetahuannya yang mendalam tentang geografi Jawa dan kelemahan pasukan Mongol, ia merencanakan sebuah tipu muslihat.

Berpura-pura tunduk, Raden Wijaya secara strategis mundur, mengatur ulang pasukannya, dan melancarkan serangan mendadak pada kamp Mongol yang tidak curiga di Sungai Brantas.

Dalam pertempuran yang menentukan, pasukan Mongol terkejut dan menderita kerugian besar.

Penyakit tropis, medan yang tidak dikenal, dan kurangnya dukungan lokal semakin mempersulit situasi mereka.

Baca Juga: Miris, Data Wanita Pelamar Kerja di Bogor Ini Diduga Disalahgunakan Oknum HRD untuk Transaksi Pinjol hingga Puluhan Juta, Begini Kisahnya

Setelah konflik singkat namun intens selama empat bulan, pasukan ekspedisi Mongol mundur, meninggalkan ribuan tentara dan ambisi yang tidak terpenuhi.

Ekspedisi ini menjadi momen penting dalam sejarah Mongol, menunjukkan batas kekuatan militer mereka di tanah yang tidak dikenal.

Ini juga menegaskan ketahanan dan kecerdasan taktis para penguasa Jawa, yang berhasil membela tanah air mereka dari penyerang asing yang tangguh.

Meskipun mengalami kekalahan, Mongol berhasil meraih sejumlah barang rampasan, termasuk logam mulia, rempah-rempah, dan intelijen berharga mengenai pentingnya strategis Jawa.

Namun, ekspedisi gagal ke Jawa tetap menjadi pengingat akan bahaya meremehkan pengetahuan lokal dan tantangan lingkungan dalam kampanye militer.

Saat Kekaisaran Mongol mundur, Kerajaan Singhasari di bawah kepemimpinan Raden Wijaya akhirnya berkembang menjadi Kekaisaran Majapahit, menandai babak baru dalam sejarah Asia Tenggara.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X