Minggu, 19 Juli 2026

Miris, Data Wanita Pelamar Kerja di Bogor Ini Diduga Disalahgunakan Oknum HRD untuk Transaksi Pinjol hingga Puluhan Juta, Begini Kisahnya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Juli 2024 | 08:30 WIB
Ilustrasi Oknum HRD salahgunakan data pelamar diduga untuk pinjol (Freepik/rawpixel)
Ilustrasi Oknum HRD salahgunakan data pelamar diduga untuk pinjol (Freepik/rawpixel)

SketsaNusantara.id - Media sosial belakangan ini dikejutkan dengan kisah seorang pencari kerja yang mengaku jadi korban oknum HRD salah satu perusahaan di Bogor.

Dalam cuitan di Twitternya, pemilik akun @deewrahmawati curhat dan memberkan kronologi datanya disalahgunakan HRD tempatnya melamar kerja yang diduga dipakai untuk pinjaman online (pinjol).

Pemilik akun bernama Dewi Rahmawati ini awalnya melamar kerja di salah satu PT di wilayah Bogor. Ia berulang kali tidak lolos tes dan terakhir kali memasukkan lamaran kerja pada bulan Februari 2024 lalu.

Baca Juga: Terjerat Pinjol, Seorang Karyawati Nekat Curi 143 Ponsel Hingga Rugikan Perusahaan Ratusan Juta Rupiah

Dewi syok tiba-tiba mendapat notifikasi pembukaan rekening padahal belum pernah membuka rekening apapun selama ini. Ia menduga datanya disalahgunakan oleh oknum HRD tempatnya melamar kerja.

Sempat penasaran, akhirnya Dewi mencoba buka aplikasi bank dan saat cek aplikasi tersebut, ternyata ada history transaksi mencapai Rp10 juta.

"Hati-hati ya gaes, Data aku disalah gunakan sama HRD tempat aku ngelamar kerja. Tiba-tiba dibuatin akun @BNI bahkan sampe ada history transaksi pinjol 10Juta. dan aku baru tau hari ini karena baru buka apk wondr," tulis akun @Deewrahmawati dalam cuitan Twitternya pada hari Jumat, 5 Juli 2024.

Baca Juga: Kisah Harta Karun Presiden Soekarno yang Penuh Kontroversi, Ada Hubungannya dengan Amerika Serikat?

Dewi kemudian panik dan mencoba cek history transaksi yang ternyata ada transfer serta tarik tunai dari PT yang sama.

Diduga oknum HRD tersebut menerima pinjaman online dan langsung menarik uangnya menggunakan rekening atas nama Dewi.

"Semua transaksi transfer uang dari PT yang sama, ketika ditransfer langsung ditarik tunai di ATM terdekat di hari yang sama, dan bisa-bisanya pihak bank langsung ACC padahal gak ada tanda tangan dari aku sendiri," lanjut Dewi.

"Ketika aku masuk aplikasi bank, aku kaget karena ada satu akun BNI yang nyangkut atas namaku dan sisa uang di ATM tersebut ada Rp21.680. Aku harus gimana? Sedih banget," sambungnya.

Baca Juga: Viral di Karawang! 2 Pria Diduga Lakukan Modus Penipuan di Minimarket, Ini Tindakan Petugas Kasir

Cuitan Dewi ini pun mencuri perhatian publik dan kisahnya tersebar hingga viral di media sosial.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X