SketsaNusantara.id - Kisah harta karun Presiden Soekarno telah lama memicu kontroversi dan rasa penasaran.
Paling tidak, popularitasnya dimulai dari buku "Harta Amanah Soekarno" karya Safari ANS.
Dalam bukunya, Safari mengungkapkan hasil penelitiannya selama 10 tahun yang menyebut bahwa Soekarno menyerahkan 57 ribu ton emas kepada Amerika Serikat sebagai “rampasan perang”.
Baca Juga: Soroti Wawancara Polda Sumbar dengan Keluarga Mendiang Afif Maulana, Netizen: Harus Lapor Siapa?
Transaksi ini, katanya, dilakukan melalui perjanjian yang disebut The Green Hilton Memorial Agreement.
Ditandatangani pada 14 November 1963 oleh Soekarno dan Presiden AS John F. Kennedy, dengan saksi dari Swiss bernama William Vouker, seperti dilansir dari kanal YouTube PinterPolitik TV.
Safari yakin bahwa kekayaan tersebut masih bisa dicairkan oleh pemerintah Indonesia hingga kini.
Baca Juga: Ditangkap di Indonesia Karena Selundupkan 3 Satwa Langka, Simak Profil Raama Mehra
Safari juga menjelaskan konteks perjanjian ini. Pada waktu itu, Presiden Kennedy sedang berseteru dengan Bank Sentral AS, The Fed, yang mencetak mata uang dolar sendiri.
Kennedy, yang marah, memerintahkan Departemen Keuangan AS untuk mencetak mata uang sendiri juga.
Di sinilah Soekarno, atas nasihat mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Agus Salim, melobi Kennedy untuk meredakan ketegangan dengan menawarkan emas Indonesia.
Perjanjian ini seharusnya berlaku hingga 14 November 1965.
Sayangnya, Kennedy ditembak mati sembilan hari setelah penandatanganan, dan Soekarno dikudeta pada 30 September 1965, sebelum jatuh tempo perjanjian.
Artikel Terkait
Legendaris Sampai Sekarang, Santapan Kesukaan Wali Songo! Kuliner Ini Gak Pernah Skip Untuk Malam 1 Suro
Kisah Dinasti Syailendra, Wangsa yang Berhasil Membangun Candi Termegah dan Salah Satu Keajaiban Dunia yang Dilindungi UNESCO
Cuma 10 Ribu Nih! Rawon Bang Pray di Malang Cocok untuk Anak Kost yang Kelaperan Tengah Malem Lokasinya…
Unik Banget! Wisata di Gresik yang Dikelilingi Wilayah Lamongan, Tiketnya hanya Rp 8 Ribu Saja Loh
Candi di Prigen Ini Merupakan Perpaduan Hindu-Buddha, Tempat Pendharmaan Salah Satu Raja Singasari
Rumah Makan Asri di Jalan Utama Gresik-Lamongan, Bisa Makan Sambil Nikmati View Kereta Api