Dile Jojor tersebut akan ditancapkan di setiap sudut halaman, bahkan ada juga yang diletakkan di makam keluarga.
Dile Jojor sendiri terbuat dari biji nyampling yang dikeringkan hingga mengeluarkan minyak lalu dicampur kapas dan ditempelkan pada irisan bambu.
Dile Jojor selanjutnya akan dibiarkan menyala semalaman hingga batang lampu terbakar habis.
4. Sorban Berjalan/Sorban Keliling
Umat Islam yang tinggal di sekitar Gunung Bromo, Probolinggi memiliki tradisi unik dan sarat makna dalam memperingati Nuzulul Quran yakni Sorban Berjalan atau Sorban Keliling.
Tradisi ini dilakukan dengan cara mengarak sorban sakral berkeliling kampung.
Warga yang dilewati sorban bisa meletakkan sedekah seikhlasnya ke atas sorban yang dibentangkan tersebut.
Uang yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada fakir miskin dan yatim piatu di wilayah tersebut.
Dan itulah beberapa tradisi unik dari tanah air dalam menyambut Nuzulul Quran.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tak Biasa! Inilah 5 Tradisi Terunik Menyambut Ramadhan di Nusantara, Salah Satunya Peninggalan Sunan Kudus
Jadi Sorotan Media Asing, Inilah Beragam Tradisi Unik Perayaan Imlek di Indonesia, Semarak Tahun Baru China dengan Akulturasi Budaya yang Penuh Makna
Beda Namun Miliki Makna Dalam, Warga Banjarnegoro Gelar Tradisi 'Basah-basahan' Ini Untuk Sambut Ramadhan
Apa itu Tradisi Meugang? Dukung Tradisi Ini, Prabowo Subianto Kirim 1.455 Sapi ke Seluruh Pelosok Aceh
Kampung Wisata Dipowinatan Jogja, Destinasi Unik Dekat Titik Nol yang Menawarkan Live In Budaya Jawa dan Tradisi Tahunan Sarat Makna
Apa Itu Cap Go Meh dan Bedanya dengan Imlek? Ini Arti Nama, Sejarah Panjang, dan Tradisi Khas Nusantara yang Menyertainya