Dalam tradisi tersebut, 1.000 tumpeng diarak dari Kraton Kasunanan Surakarta menuju joglo Sriwedari.
Dikutip dari akun Instagram @asemanispedas, tradisi yang hanya ada di bulan Ramadhan ini merupakan ajaran Wali Songo dan sudah diperkenalkan sejak era Sultan Agung.
Lantas kenapa jumlahnya harus 1.000 tumpeng? Wakil Pengageng Sasana Wilapa, K.P Winarno Kusumo mengungkapkan alasannya.
“1.000 tumpeng tersebut menggambarkan malam seribu bulan,” ujarnya kepada awak media dalam perayaan Seribu Tumpeng tahun 2013 lalu.
Baca Juga: Contoh Teks Khutbah Jumat Tema Nuzulul Quran: Al Quran Sebagai Petunjuk Umat Islam
2. Kenduri Nuzulul Quran, Aceh
Masyarakat Aceh memiliki tradisi unik dalam memperingati turunnya Al Quran pada hari ke-17 Ramadhan yakni Kenduri Nuzulul Quran.
Tradisi. yang juga dikenal dengan nama Tammat Daruh ini biasanya digelar oleh masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
Dalam kenduri tersebut, salah satu makanan yang disajikan yakni Kuah Beulangong, kuliner berbahan dahing sapi dan kambing.
Dikutip dari laman resmi Gampong Ceurih, Kuah Beulangong adalah masakan khas Aceh Besar berupa daging sapi dan daging kambing dengan campuran aneka bumbu dan buah nangka mentah yang dimasak dalam kuali besar atau beulangong.
3. Tradisi Maleman, Lombok
Jika Aceh punya tradisi Kenduri dalam memperingati turunnya Al Quran, maka umat muslim di Lombok memiliki tradisi Maleman.
Tradisi ini biasanya digelar pada malam gajil 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
Tradisi Maleman dilakukan dengan menyalakan lampu obor kecil atau dile jojor di rumah masing-masing sebelum berangkat ke mushala untuk sholat tarawih.
Artikel Terkait
Tak Biasa! Inilah 5 Tradisi Terunik Menyambut Ramadhan di Nusantara, Salah Satunya Peninggalan Sunan Kudus
Jadi Sorotan Media Asing, Inilah Beragam Tradisi Unik Perayaan Imlek di Indonesia, Semarak Tahun Baru China dengan Akulturasi Budaya yang Penuh Makna
Beda Namun Miliki Makna Dalam, Warga Banjarnegoro Gelar Tradisi 'Basah-basahan' Ini Untuk Sambut Ramadhan
Apa itu Tradisi Meugang? Dukung Tradisi Ini, Prabowo Subianto Kirim 1.455 Sapi ke Seluruh Pelosok Aceh
Kampung Wisata Dipowinatan Jogja, Destinasi Unik Dekat Titik Nol yang Menawarkan Live In Budaya Jawa dan Tradisi Tahunan Sarat Makna
Apa Itu Cap Go Meh dan Bedanya dengan Imlek? Ini Arti Nama, Sejarah Panjang, dan Tradisi Khas Nusantara yang Menyertainya