Kamis, 4 Juni 2026

4 Tradisi Sambut Nuzulul Quran di Indonesia, Ada Seribu Tumpeng di Kraton Surakarta hingga Sorban Berjalan di Bromo

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Maret 2026 | 09:30 WIB
‎Ilustrasi, tradisi Nuzulul Quran di Indonesia (Pexels.com/Rubaitul Azad)
‎Ilustrasi, tradisi Nuzulul Quran di Indonesia (Pexels.com/Rubaitul Azad)

Dalam tradisi tersebut, 1.000 tumpeng diarak dari Kraton Kasunanan Surakarta menuju joglo Sriwedari.

Dikutip dari akun Instagram @asemanispedas, tradisi yang hanya ada di bulan Ramadhan ini merupakan ajaran Wali Songo dan sudah diperkenalkan sejak era Sultan Agung.

Lantas kenapa jumlahnya harus 1.000 tumpeng? Wakil Pengageng Sasana Wilapa, K.P Winarno Kusumo mengungkapkan alasannya.

“1.000 tumpeng tersebut menggambarkan malam seribu bulan,” ujarnya kepada awak media dalam perayaan Seribu Tumpeng tahun 2013 lalu.

Baca Juga: Contoh Teks Khutbah Jumat Tema Nuzulul Quran: Al Quran Sebagai Petunjuk Umat Islam

2. Kenduri Nuzulul Quran, Aceh

Masyarakat Aceh memiliki tradisi unik dalam memperingati turunnya Al Quran pada hari ke-17 Ramadhan yakni Kenduri Nuzulul Quran.

Tradisi. yang juga dikenal dengan nama Tammat Daruh ini biasanya digelar oleh masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Dalam kenduri tersebut, salah satu makanan yang disajikan yakni Kuah Beulangong, kuliner berbahan dahing sapi dan kambing.

Dikutip dari laman resmi Gampong Ceurih, Kuah Beulangong adalah masakan khas Aceh Besar berupa daging sapi dan daging kambing dengan campuran aneka bumbu dan buah nangka mentah yang dimasak dalam kuali besar atau beulangong.

Baca Juga: 3 Peristiwa Penting yang Terjadi Pada 17 Ramadhan, Sejarah Islam Mencatat Bukan Hanya Nuzulul Quran, tapi Ada...

3. Tradisi Maleman, Lombok

Jika Aceh punya tradisi Kenduri dalam memperingati turunnya Al Quran, maka umat muslim di Lombok memiliki tradisi Maleman.

Tradisi ini biasanya digelar pada malam gajil 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Tradisi Maleman dilakukan dengan menyalakan lampu obor kecil atau dile jojor di rumah masing-masing sebelum berangkat ke mushala untuk sholat tarawih.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X