SketsaNusantara.id - Kampung Wisata Dipowinatan menjadi salah satu destinasi unik di Kota Yogyakarta.
Lokasinya sangat dekat dengan pusat kota. Dari Titik Nol Kilometer, jaraknya hanya sekitar satu kilometer dengan waktu tempuh lima menit.
Kampung ini berada di Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Dari kawasan Keraton Yogyakarta, jaraknya sekitar enam ratus meter. Wisatawan dapat mencapainya hanya dalam waktu tiga menit perjalanan.
Sejak diresmikan pada 4 November 2006, Kampung Wisata Dipowinatan mengusung konsep wisata berbasis masyarakat.
Keunggulan utamanya terletak pada konsep live in. Pengunjung diajak tinggal dan beraktivitas bersama warga setempat.
Dilansir dari Jogjaprov.go.id, konsep tersebut memadukan rekreasi dengan kehidupan sosial masyarakat. Wisatawan berbaur langsung dengan budaya dan tradisi lokal. Pengalaman ini memberikan kesan berbeda dibandingkan wisata konvensional di kawasan perkotaan.
Di dalam kampung, tersedia beragam fasilitas unik. Wisatawan dapat berkunjung ke rumah keluarga Jawa. Mereka juga diajak mengenakan pakaian adat Jawa selama kegiatan berlangsung.
Pengalaman tersebut dilengkapi hiburan kesenian tradisional. Pengunjung juga disuguhi sajian kuliner khas Jawa. Seluruh rangkaian aktivitas dirancang agar wisatawan merasakan kehidupan kampung secara utuh.
Kampung Wisata Dipowinatan sejak awal menetapkan segmen pasar tertentu. Sasaran utamanya adalah wisatawan mancanegara. Selain itu, kampung ini juga menyasar kelompok keluarga dan rombongan kecil.
Pengelola sengaja tidak membuka diri untuk wisata massal. Langkah ini diambil demi menjaga tata lingkungan sosial. Kenyamanan warga dan wisatawan menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan kampung wisata ini.
Selain menawarkan pengalaman harian, Kampung Wisata Dipowinatan juga memiliki agenda budaya tahunan. Salah satunya adalah upacara adat dan tradisi Merti Golong Gilig. Tradisi ini digelar setiap tanggal 18 Agustus.
Merti Golong Gilig memiliki makna filosofis yang mendalam. Tradisi ini menjadi sarana memperbaharui semangat kebersamaan warga. Nilai manunggal dalam karsa, cipta, dan karya menjadi inti dari pelaksanaannya.
Artikel Terkait
Ada Wisata Air dan Seni Tradisi, Kampung Wisata Kricak di Utara Kota Yogyakarta Jadi Destinasi Alternatif
Tradisi Perak di Jantung Yogyakarta, Inilah Pesona Kampung Wisata Purbayan Kotagede dengan Sejarah Mataram Islam
Kampung Wisata Dipowinatan Jogja: Pintu Masuk Urban Tourism dengan Atraksi Sosial Budaya dan Paket Blusukan Ramayana
Kampung Wisata Tamansari Jogja, Warisan Sejarah Kraton yang Tumbuh Menjadi Destinasi Budaya dan Kampung Cyber
Mengenal Kampung Wisata Pandeyan Jogja, Kampung Pande Gamelan yang Hidupkan Wayang Kulit dan Tradisi Bakdo Kupat