Kamis, 4 Juni 2026

Kampung Wisata Dipowinatan Jogja, Destinasi Unik Dekat Titik Nol yang Menawarkan Live In Budaya Jawa dan Tradisi Tahunan Sarat Makna

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:30 WIB
Kampung wisata di Yogyakarta. (Pexels/AL FARIZ)
Kampung wisata di Yogyakarta. (Pexels/AL FARIZ)

SketsaNusantara.id - Kampung Wisata Dipowinatan menjadi salah satu destinasi unik di Kota Yogyakarta.

Lokasinya sangat dekat dengan pusat kota. Dari Titik Nol Kilometer, jaraknya hanya sekitar satu kilometer dengan waktu tempuh lima menit.

Kampung ini berada di Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Dari kawasan Keraton Yogyakarta, jaraknya sekitar enam ratus meter. Wisatawan dapat mencapainya hanya dalam waktu tiga menit perjalanan.

Baca Juga: 7 Alasan Harus Datang ke Kampung Wisata Kadipaten Yogyakarta, Destinasi Budaya Jawa yang Tenang di Jantung Kota

Sejak diresmikan pada 4 November 2006, Kampung Wisata Dipowinatan mengusung konsep wisata berbasis masyarakat.

Keunggulan utamanya terletak pada konsep live in. Pengunjung diajak tinggal dan beraktivitas bersama warga setempat.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, konsep tersebut memadukan rekreasi dengan kehidupan sosial masyarakat. Wisatawan berbaur langsung dengan budaya dan tradisi lokal. Pengalaman ini memberikan kesan berbeda dibandingkan wisata konvensional di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Kampung Wisata Kauman Yogyakarta, Wisata Religi Berbasis Sejarah Muhammadiyah yang Ramai Dikunjungi saat Bulan Ramadhan

Di dalam kampung, tersedia beragam fasilitas unik. Wisatawan dapat berkunjung ke rumah keluarga Jawa. Mereka juga diajak mengenakan pakaian adat Jawa selama kegiatan berlangsung.

Pengalaman tersebut dilengkapi hiburan kesenian tradisional. Pengunjung juga disuguhi sajian kuliner khas Jawa. Seluruh rangkaian aktivitas dirancang agar wisatawan merasakan kehidupan kampung secara utuh.

Kampung Wisata Dipowinatan sejak awal menetapkan segmen pasar tertentu. Sasaran utamanya adalah wisatawan mancanegara. Selain itu, kampung ini juga menyasar kelompok keluarga dan rombongan kecil.

Pengelola sengaja tidak membuka diri untuk wisata massal. Langkah ini diambil demi menjaga tata lingkungan sosial. Kenyamanan warga dan wisatawan menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan kampung wisata ini.

Selain menawarkan pengalaman harian, Kampung Wisata Dipowinatan juga memiliki agenda budaya tahunan. Salah satunya adalah upacara adat dan tradisi Merti Golong Gilig. Tradisi ini digelar setiap tanggal 18 Agustus.

Merti Golong Gilig memiliki makna filosofis yang mendalam. Tradisi ini menjadi sarana memperbaharui semangat kebersamaan warga. Nilai manunggal dalam karsa, cipta, dan karya menjadi inti dari pelaksanaannya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X