Minggu, 19 Juli 2026

Mengenal Kampung Wisata Pandeyan Jogja, Kampung Pande Gamelan yang Hidupkan Wayang Kulit dan Tradisi Bakdo Kupat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 9 Januari 2026 | 05:30 WIB
Ilustrasi wayang kulit di Yogyakarta. (Pexels/Andoll)
Ilustrasi wayang kulit di Yogyakarta. (Pexels/Andoll)

SketsaNusantara.id - Kampung wisata menjadi bagian penting pengembangan pariwisata berbasis budaya. Di Yogyakarta, konsep ini tumbuh di wilayah perkotaan. Salah satunya adalah Kampung Wisata Pandeyan.

Secara administratif, Kampung Wisata Pandeyan berada di Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo. Lokasinya strategis karena berdekatan dengan kawasan pusat kerajinan dan kuliner Ex TSquare. Akses wisatawan relatif mudah dijangkau.

Dilansir dari Jogjakota.go.id, nama Pandeyan dipercaya berasal dari kata pande. Istilah ini merujuk pada keahlian mengolah besi menggunakan alat tradisional. Pada masa lalu, wilayah ini dihuni banyak buruh pande.

Baca Juga: Kampung Wisata Dipowinatan Jogja: Pintu Masuk Urban Tourism dengan Atraksi Sosial Budaya dan Paket Blusukan Ramayana

Berbagai peralatan pertanian dan perkakas kayu dihasilkan dari besi. Proses pengerjaan menggunakan bara api dan ububan. Keahlian tersebut menjadi identitas awal kampung.

Selain pande besi, Pandeyan juga dikenal sebagai tempat pembuatan gamelan. Terdapat empu yang ahli menempa instrumen gamelan Jawa. Hingga kini, aktivitas pembuatan gamelan masih ditemukan.

Berdasarkan potensi tersebut, Kampung Wisata Pandeyan dikembangkan berbasis seni dan budaya. Atraksi yang dihadirkan meliputi wayang kulit, karawitan, kethoprak, dan jathilan. Kegiatan macapat dan ledek gogik juga menjadi bagian atraksi.

Baca Juga: Tradisi Perak di Jantung Yogyakarta, Inilah Pesona Kampung Wisata Purbayan Kotagede dengan Sejarah Mataram Islam

Pandeyan turut menghadirkan workshop pembuatan gamelan Jawa. Wisatawan dapat menyaksikan proses pembuatan secara langsung. Aktivitas ini memperkuat nilai edukasi budaya.

Kampung ini juga memiliki seni bregodo keprajuritan. Terdapat tiga bregodo keprajuritan putra dan satu putri. Keberadaan bregodo memperkaya atraksi budaya setempat.

Pandeyan dikenal sebagai referensi wisata malam hari di Yogyakarta. Pertunjukan wayang kulit digelar rutin setiap malam Jumat. Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB.

Selain wayang kulit, kethoprak juga dipentaskan secara berkala. Pertunjukan kethoprak dijadwalkan setiap malam Selasa. Macapat turut digelar dalam agenda mingguan.

Setiap tahun, Kampung Wisata Pandeyan menyelenggarakan tradisi Bakdo Kupat. Upacara adat ini dilaksanakan satu minggu setelah Idulfitri. Tradisi ini menjadi ungkapan rasa syukur warga.

Prosesi dimulai dengan kirab gunungan ketupat. Arak-arakan diiringi jodang berisi ketupat dan lauk pauk. Peserta kirab melibatkan warga dan kelompok kesenian.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Jogjakota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X