Minggu, 19 Juli 2026

Mengenal Kampung Wisata Pandeyan Jogja, Kampung Pande Gamelan yang Hidupkan Wayang Kulit dan Tradisi Bakdo Kupat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 9 Januari 2026 | 05:30 WIB
Ilustrasi wayang kulit di Yogyakarta. (Pexels/Andoll)
Ilustrasi wayang kulit di Yogyakarta. (Pexels/Andoll)

Kirab dikawal oleh bregodo keprajuritan. Setelah kirab, warga berkumpul di halaman masjid. Doa bersama dilakukan sebagai penutup prosesi siang hari.

Usai doa, warga dan pengunjung menikmati makan bersama. Gunungan ketupat dibagikan kepada masyarakat. Malam harinya digelar wayang kulit semalam suntuk.

Di tengah lingkungan perkotaan, Pandeyan mempertahankan kehidupan sosial yang guyub. Nilai gotong royong dan kerukunan tetap terjaga. Kampung ini menjadi contoh harmoni budaya di kota.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Jogjakota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X