Kirab dikawal oleh bregodo keprajuritan. Setelah kirab, warga berkumpul di halaman masjid. Doa bersama dilakukan sebagai penutup prosesi siang hari.
Usai doa, warga dan pengunjung menikmati makan bersama. Gunungan ketupat dibagikan kepada masyarakat. Malam harinya digelar wayang kulit semalam suntuk.
Di tengah lingkungan perkotaan, Pandeyan mempertahankan kehidupan sosial yang guyub. Nilai gotong royong dan kerukunan tetap terjaga. Kampung ini menjadi contoh harmoni budaya di kota.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
10 Daya Tarik Kampung Wisata Code Cokrodiningratan Yogyakarta, Dari Susur Sungai hingga Jejak Bangunan Belanda
13 Daya Tarik Kampung Wisata Niti Gedongkiwo, Kampung Budaya Yogyakarta dengan Seni Tradisi dan Kerajinan Warga
Pesona Kampung Wisata Sosromenduran Yogyakarta, Kampung Multikultur Strategis dengan Atraksi Seni dan Tradisi Apeman
Potensi Kampung Wisata Kali Gajah Wong Giwangan Yogyakarta dari Bendhung Lepen hingga Dermaga Cinta yang Ramai Diminati
Kampung Wisata Patangpuluhan di Yogyakarta, Kawasan Seni Budaya di Tepi Kali Winongo dengan Jejak Sejarah Kraton