Kegiatan edukasi lain berfokus pada makanan dan kerajinan tradisional. Wisatawan bisa mencoba membuat emping melinjo secara langsung.
Kerajinan bambu menjadi bagian dari aktivitas yang diperkenalkan. Proses pembuatan dilakukan bersama warga setempat.
Kesenian tradisional turut menjadi daya tarik. Pengunjung dapat mengenal seni lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat desa.
Untuk paket susur sungai dan outbond, tarif yang ditetapkan sebesar Rp20.000 per orang. Paket berlaku untuk rombongan minimal sepuluh orang.
Melalui pengembangan desa wisata, masyarakat berharap terjadi pemberdayaan ekonomi lokal. Desa Wisata Nawung diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata Sleman.
Keberadaan desa wisata ini melengkapi ragam destinasi alam di Yogyakarta. Wisata berbasis pedesaan menjadi alternatif bagi wisatawan yang mencari suasana berbeda.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu
Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan
Pesona Desa Wisata Gamplong Sleman, Seni Tenun Turun-temurun yang Masih Hidup di Tengah Persaingan Industri
Desa Wisata Adat Arjasa Jember: Destinasi Edukasi Budaya dengan Warisan Megalitikum, Seni Ritual, hingga Kuliner Khas Lokal
Desa Wisata Kelor Sleman: Destinasi Tenang di Lereng Merapi dengan Sungai Gendhol Jernih dan Aktivitas Alam Lengkap