Minggu, 19 Juli 2026

Desa Wisata Adat Arjasa Jember: Destinasi Edukasi Budaya dengan Warisan Megalitikum, Seni Ritual, hingga Kuliner Khas Lokal

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 25 Januari 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi suasana desa wisata di Indonesia. (Pexels/M. Usman)
Ilustrasi suasana desa wisata di Indonesia. (Pexels/M. Usman)

SketsaNusantara.id - Desa Wisata Adat Arjasa menjadi salah satu destinasi edukasi budaya di Kabupaten Jember.

Kawasan ini dikenal karena kekayaan peninggalan cagar budaya dan kesenian tradisional lokal.

Desa ini berada di Kecamatan Arjasa, wilayah utara Kabupaten Jember. Letaknya tepat di bawah lereng Pegunungan Argopuro yang lekat dengan mitos dan sejarah lokal.

Baca Juga: Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan

Konsep wisata yang dikembangkan menitikberatkan pada edukasi sejarah, budaya, dan alam. Desa Wisata Adat Arjasa juga didukung lanskap persawahan yang membentang hijau.

Dilansir dari Jatim.jadesta, Desa Wisata Adat Arjasa memiliki fokus pada wisata edukasi berbasis peninggalan budaya.

Di kawasan ini terdapat berbagai situs cagar budaya era megalitikum. Beberapa di antaranya adalah Situs Calok, punden berundak, batu kenong, menhir, dolmen, dan batu dakon.

Baca Juga: Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu

Wisatawan dapat mempelajari fungsi dan kegunaan benda-benda tersebut pada masanya. Proses edukasi dilakukan langsung di lokasi situs cagar budaya. Pendekatan ini memberi pemahaman kontekstual tentang sejarah lokal Arjasa.

Selain situs megalitikum, Desa Wisata Adat Arjasa dikenal melalui kesenian tradisional ta’ bhuta’an.

Kesenian ini berasal dari Kabupaten Jember dan telah diakui secara nasional. Ta’ bhuta’an telah mendapatkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Pagelaran kesenian ta’ bhuta’an dapat disaksikan secara rutin setiap hari. Desa Arjasa telah memiliki panggung pertunjukan khusus untuk kesenian tersebut. Versi ritual kesenian ta’ bhuta’an digelar setahun sekali dalam acara Selamatan Desa atau Kadhisah.

Desa Wisata Adat Arjasa juga memiliki agenda tahunan Tarung Bhuto. Kegiatan ini termasuk dalam kategori olahraga tradisional. Media yang digunakan adalah boneka ta’ bhuta’an sebagai simbol budaya.

Dari sisi fasilitas, pengelola menyediakan berbagai paket wisata. Paket tersebut dirancang untuk keluarga, kelompok, dan kebutuhan khusus.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Jatim.jadesta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X