SketsaNusantara.id - Desa wisata adat Kemiren bisa menjadi pilihan yang wajib dikunjungi saat berlibur di Banyuwangi, karena disini bisa mengetahui adat dan budaya osing yang bahkan hingga saat ini masih terus dibudayakan.
Desa wisata adat Kemiren merupakan destinasi yang lengkap. Desa yang menjadi basis Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi) memiliki keindahan alam, kesenian yang menawan, kebudayaan yang terus dijaga secara turun temurun.
Wisatawan akan disajikan dengan keunikan rumah-rumah adat suku Osing yang masih berdiri tegak. Saat masuk ke dalam desa wisata adat Kemiren ini tentu akan merasa seperti pada zaman dulu.
Wisatawan yang berkunjung ke desa wisata adat Kemiren ini tidak hanya sekedar disajikan adat dan budaya disana, tapi juga benar-benar terlibat didalamnya.
Maka dari itu desa wisata di Banyuwangi ini sangat cocok untuk dijadikan wisata edukasi, dilansir SketsaNusantara.id dari laman kemiren.com.
Lokasi desa wisata adat ini terletak di Dusun Kedaleman, Kemiren, Kec. Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Pada tahun 2024 desa wisata adat Kemiren ini meraih juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Kategori Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM), yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Desa wisata ini menyajikan berbagai budaya seperti memainkan gamelan Osing, membatik dengan pewarna alami, menyangrai kopi secara tradisional, belajar tari gandrung, dan bahkan saat wisatawan tiba akan disambut dengan arak-arakan.
Arak-arakan yang dilakukan menjadi salah satu simbol rasa hormat dan kegembiraan suku Osing dalam menerima tamu.
Adat dan budaya di Desa Kemiren ini tetap dilestarikan hingga sekarang, bahkan ada beberapa jadwal kegiatan rutin yang dilakukan disana.
Tidak hanya menyajikan adat dan budaya, tapi desa wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai aneka makanan khas dan kopi asli Kemiren, yang tentunya disana juga terdapat tempat pusat oleh-oleh.***
Artikel Terkait
Pernah Dianggap Ancaman Sawah, Burung Kuntul Justru Mengangkat Desa Ketingan Sleman Jadi Desa Wisata Unggulan
Tak Sekadar Pemandangan Merapi, Desa Wisata Tunggul Arum Tawarkan Ritual Budaya, Kuliner Lokal, dan Spot Transit Lava Tour
Daya Tarik Desa Wisata Gabugan Sleman Yogyakarta, Konsep Pedesaan Alami dengan Agrowisata Salak Gading dan Aktivitas Edukatif
Daya Tarik Desa Wisata Trumpon Sleman Yogyakarta: Kebun Salak Pondoh dengan Pemandangan Merapi hingga Menoreh
Hanya 5 KM dari Monjali, Desa Wisata Tanjung Sleman Menyimpan Joglo 200 Tahun dan Pengalaman Hidup yang Masih Utuh
Desa Wisata Pulesari Sleman: Konsep Go Green, Sungai Jernih, dan Agrowisata Salak yang Ramai sejak 2012