Minggu, 19 Juli 2026

Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu

Photo Author
Rina Anggriani, Sketsa Nusantara
- Jumat, 23 Januari 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi desa adat Kemiren Banyuwangi (pixabay/nazarudinhans)
Ilustrasi desa adat Kemiren Banyuwangi (pixabay/nazarudinhans)

SketsaNusantara.id - Desa wisata adat Kemiren bisa menjadi pilihan yang wajib dikunjungi saat berlibur di Banyuwangi, karena disini bisa mengetahui adat dan budaya osing yang bahkan hingga saat ini masih terus dibudayakan.

Desa wisata adat Kemiren merupakan destinasi yang lengkap. Desa yang menjadi basis Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi) memiliki keindahan alam, kesenian yang menawan, kebudayaan yang terus dijaga secara turun temurun.

Wisatawan akan disajikan dengan keunikan rumah-rumah adat suku Osing yang masih berdiri tegak. Saat masuk ke dalam desa wisata adat Kemiren ini tentu akan merasa seperti pada zaman dulu.

Baca Juga: Bukan Sekadar Liburan, Desa Wisata Kebonagung Bantul Ajak Wisatawan Menanam Padi hingga Belajar Budaya Desa

Wisatawan yang berkunjung ke desa wisata adat Kemiren ini tidak hanya sekedar disajikan adat dan budaya disana, tapi juga benar-benar terlibat didalamnya.

Maka dari itu desa wisata di Banyuwangi ini sangat cocok untuk dijadikan wisata edukasi, dilansir SketsaNusantara.id dari laman kemiren.com.

Lokasi desa wisata adat ini terletak di Dusun Kedaleman, Kemiren, Kec. Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Berkembang sejak 2015, Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Jadi Simbol Kebangkitan Pariwisata Perbukitan Yogyakarta

Pada tahun 2024 desa wisata adat Kemiren ini meraih juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Kategori Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM), yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Desa wisata ini menyajikan berbagai budaya seperti memainkan gamelan Osing, membatik dengan pewarna alami, menyangrai kopi secara tradisional, belajar tari gandrung, dan bahkan saat wisatawan tiba akan disambut dengan arak-arakan.

Arak-arakan yang dilakukan menjadi salah satu simbol rasa hormat dan kegembiraan suku Osing dalam menerima tamu.

Baca Juga: Desa Wisata Banjaroya Kulon Progo di Lereng Menoreh, Alternatif Wisata Alam dan Budaya Dekat Yogyakarta

Adat dan budaya di Desa Kemiren ini tetap dilestarikan hingga sekarang, bahkan ada beberapa jadwal kegiatan rutin yang dilakukan disana.

Tidak hanya menyajikan adat dan budaya, tapi desa wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai aneka makanan khas dan kopi asli Kemiren, yang tentunya disana juga terdapat tempat pusat oleh-oleh.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X