Minggu, 12 Juli 2026

Pernah Dianggap Ancaman Sawah, Burung Kuntul Justru Mengangkat Desa Ketingan Sleman Jadi Desa Wisata Unggulan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 18 Januari 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi, burung yang dulu dianggap hama sekarang jadi ikon desa wisata di Sleman, Yogyakarta. (Pexels/Furdi De Rivera)
Ilustrasi, burung yang dulu dianggap hama sekarang jadi ikon desa wisata di Sleman, Yogyakarta. (Pexels/Furdi De Rivera)

SketsaNusantara.id - Desa Ketingan di Sleman, Yogyakarta pernah berada dalam situasi yang membuat warganya gelisah.

Kawanan burung kuntul datang dalam jumlah besar dan menetap. Kehadiran mereka memicu kekhawatiran serius di kalangan petani setempat.

Burung-burung tersebut mulai bermigrasi ke wilayah Ketingan saat musim penghujan.

Baca Juga: Gunung Api Purba dan Embungnya Mendunia! Inilah Pesona Desa Wisata Nglanggeran di Gunungkidul yang Jadi Magnet Wisata

Masa itu bertepatan dengan musim kawin burung kuntul. Warga menduga tanaman padi dan melinjo akan terdampak langsung.

Sebagian warga sempat berupaya mengusir kawanan burung itu. Langkah tersebut dilakukan demi melindungi sumber penghasilan utama mereka. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Alih-alih pergi, burung kuntul justru bertahan dan berkembang biak. Populasinya terus meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi ini memaksa warga beradaptasi dengan situasi baru.

Baca Juga: Diakui Dunia, Desa Wisata Wukirsari Bantul Raih Predikat 55 Desa Wisata Terbaik Dunia

Perlahan, sikap warga berubah. Kawanan burung tidak lagi dipandang sebagai ancaman utama. Desa Ketingan kemudian berkembang menjadi kawasan konservasi burung kuntul di Yogyakarta.

Perubahan tersebut membawa dampak lanjutan yang tidak terduga. Desa Ketingan kini dikenal sebagai Desa Wisata Burung Kuntul. Identitas baru itu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Aktivitas birdwatching menjadi daya tarik utama. Wisatawan datang untuk mengamati perilaku burung di habitat alaminya. Kegiatan ini diminati pecinta satwa dan wisata alam.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Jogjaprov.go.id, kini Desa Ketingan memiliki agenda budaya tahunan. Pada bulan September, digelar tradisi Merti Bumi. Acara tersebut menjadi bagian penting dalam kalender desa.

Merti Bumi menampilkan berbagai kesenian tradisional. Rangkaian kegiatan meliputi kirab budaya dan kenduri. Pagelaran wayang juga menjadi bagian dari perayaan tersebut.

Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur. Warga merayakan hasil bumi yang diperoleh sepanjang tahun. Nilai kebersamaan menjadi unsur utama dalam pelaksanaannya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X