Minggu, 19 Juli 2026

9 Perintah Sultan Demak yang Mengubah Wayang Kulit Jadi Media Dakwah Islam di Tanah Jawa

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 25 Januari 2026 | 15:00 WIB
Salah satu pertunjukan wayang kulit yang awalnya untuk dakwah Islam oleh Wali Songo. (gunungkidulkab.go.id)
Salah satu pertunjukan wayang kulit yang awalnya untuk dakwah Islam oleh Wali Songo. (gunungkidulkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Wayang kulit menjadi salah satu seni tradisi yang bertahan lintas zaman di Jawa.

Di balik kelanggengannya, terdapat proses penyesuaian besar pada masa awal Islam. Perubahan itu berlangsung pada era Kesultanan Demak.

Pada masa Sultan Demak pertama, seni wayang tidak dihapus. Wayang justru diarahkan menjadi sarana dakwah Islam. Keputusan tersebut diambil setelah pertimbangan bersama para wali.

Baca Juga: Mengenal Kampung Wisata Pandeyan Jogja, Kampung Pande Gamelan yang Hidupkan Wayang Kulit dan Tradisi Bakdo Kupat

Dikutip dari buku Atlas Wali Songo karya KH Agus Sunyoto, R. Poedjosoebroto dalam buku Wayang Lambang Ajaran Islam terbitan 1978 mencatat arah kebijakan tersebut.

Sultan Demak merumuskan 9 pandangan penting. Kesembilan pandangan ini menjadi dasar transformasi wayang kulit.

1. Disesuaikan Zaman

Pandangan pertama menyebutkan wayang perlu diteruskan dengan penyesuaian zaman. Seni pertunjukan tidak ditinggalkan, tetapi disesuaikan dengan konteks masyarakat. Keberlanjutan budaya tetap dijaga.

Baca Juga: 10 Karakter Penting dalam Wayang Kulit Jawa, Mulai dari Yudistira Sang Bijaksana hingga Sengkuni yang Licik, Menjadi Simbol dalam Kehidupan

2. Menjadi Alat Dakwah Islam

Pandangan kedua menempatkan wayang sebagai alat dakwah Islam. Pertunjukan wayang dianggap efektif menyampaikan ajaran. Media ini dekat dengan masyarakat Jawa kala itu.

3. Visual Wayang

Pandangan ketiga berkaitan dengan bentuk visual wayang. Tokoh yang menyerupai manusia harus dideformasi. Hal ini dilakukan karena larangan penggambaran arca dalam Islam.

4. Isi Cerita Wayang

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Pustaka Iman, Jakarta, 2014

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X