SketsaNusantara.id - Kesenian wayang merupakan puncak dari seni budaya Indonesia yang paling menonjol di antara karya budaya lainnya.
Seni wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang.
Tidak kurang dari 100 jenis wayang yang tumbuh dan berkembang di seluruh wilayah di Indonesia, 60 di antaranya telah diakui sebagai warisan budaya takbenda.
Salah satu dari jenis wayang tersebut adalah Wayang Thengul, seni pertunjukkan khas yang dimiliki oleh Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.
Wayang Thengul di Bojonegoro sudah ada masa penjajahan Belanda, saat ini usianya sudah hampir mencapai 1 abad lamanya.
Ditemukan oleh seseorang bernama Samijan pada tahun 1930, berikut beberapa fakta menarik dari Wayang Thengul yang wajib diketahui.
1. Penamaan Diambil dari Sebuah Pengembaraan
Awal mulanya, Wayang Thengul diperkenalkan oleh Ki Samijan dari desa ke desa.
Ki Samijan menawarkan pertunjukkan Wayang Thengul dengan cara mengembara dengan mendalang wayang boneka kayunya.
Artikel Terkait
Punya Agama Sendiri, Inilah 3 Pedoman Hidup Suku Samin di Bojonegoro hingga Ada Hukum Berbicara, Pakai Bahasa Apa?
Misteri Prabu Angling Dharma: Jejak Legenda Kerajaan Jawa yang Masih Hidup di Bojonegoro, Benar atau Mitos?
Menelusuri Jejak Hindu dan Islam di Kabupaten Bojonegoro, Dua Kerajaan Ini Punya Pengaruh Besar dalam Sejarah Perkembangan Wilayahnya
Dihormati tapi Juga Dibenci, Misteri Ksatria Wayang Kulit Berwujud Raksasa, Kutukan akibat Perbuatan Ayahnya?
3 Duet Maut di Wayang Kulit Jawa, Anak-Anak Pandawa Paling Sakti dan Kompak di Babak Perang Kembang
Karakter Tragis dalam Wayang Kulit, Kisah Sang Ksatria yang Terjebak Antara Kesetiaan dan Identitas Asli