Kamis, 4 Juni 2026

Siapa Nama Lengkap Agam Rinjani? Ramai Warganet Brasil Soroti Tour Guide Asal Lombok yang Dianggap Jadi Pahlawan saat Evakuasi Juliana Marins

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 26 Juni 2025 | 10:37 WIB
Potret Agam Rinjani, tour guide yang ikut berjasa evakuasi Juliana Marins bahkan ikut menginap di lereng Gunung Rinjani untuk menjaga jenazah turis asal Brasil (Instagram/agam_rinjani/ajulianamarins)
Potret Agam Rinjani, tour guide yang ikut berjasa evakuasi Juliana Marins bahkan ikut menginap di lereng Gunung Rinjani untuk menjaga jenazah turis asal Brasil (Instagram/agam_rinjani/ajulianamarins)

Sosoknya beberapa kali ramai jadi sorotan karena tanggap memberikan pertolongan, termasuk membantu Juliana Marins yang terjatuh beberapa hari lalu.

Kabarnya, Agam sedang mendampingi sekelompok turis, termasuk Juliana Marins, hingga insiden tragis itu terjadi. Akibat kelelahan, Juliana terjatuh dari tebing setinggi 600 meter dalam perjalanan menuju Danau Segara Anak.

Mengetahui ada salah satu anggotanya terjatuh, Agam jadi salah satu orang pertama yang bergegas membantu. Ia bahkan sempat mendengar jeritan Juliana dan segera melaporkan insiden tersebut kepada tim penyelamat.

Agam kemudian bergabung dengan tim Badan SAR Nasional (Basarnas) dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang sangat menantang.

Baca Juga: 3 Fakta Basarnas, Tim SAR Indonesia yang Dibully Netizen Brasil dalam Evakuasi Juliana Marins di Rinjani, Terbaik di Asia Pasifik?

Usaha Agam dalam menyelamatkan Juliana Marins tidak main-main. Ia rela menuruni tebing curam dan berbahaya, menghadapi risiko longsor, cuaca buruk, dan kondisi fisik yang ekstrem.

Tim penyelamat termasuk Agam, harus berjalan lebih dari 12 jam untuk mencapai lokasi jatuhnya Juliana, dengan medan yang penuh tantangan seperti bebatuan tajam dan tanah yang licin.

Sayangnya proses penyelamatan yang memakan waktu 4 hari menjadikan Juliana tak bisa bertahan lebih lama hingga ditemukan meninggal dunia pada hari Selasa, 24 Juni 2025. Meski begitu, Agam tetap bertahan di lokasi bahkan ikut menginap untuk membantu evakuasi jasadnya.

"Kami menginap di pinggir tebing curam 590 meter bersama Juliana 1 malam dengan memasang anchor (tali pengaman) supaya tidak ikut meluncur lagi 300 meter," tulis Agam dalam postingan story yang diunggah hari Selasa, 24 Juni 2025.

Baca Juga: 4 Alasan Evakuasi Juliana Marins Tidak Bisa Gunakan Helikopter, Pengamat Penerbangan Gerry Soetjatman: Heli Basarnas...

Agam ikut membagikan kabar melalui video call kepada keluarga korban selama misi penyelamatan di puncak Rinjani. Ia juga meminta maaf kepada keluarga Juliana karena tak bisa membawanya pulang dalam keadaan selamat.

Kisah Agam menjadi viral di media sosial, dan menuai pujian dari warganet Brasil. Foto Agam berseliweran di medsos memuji keberanian dan dedikasi Agam Rinjani yang membuat namanya dikenang sebagai "pahlawan kemanusiaan".

"Warrior focus @agam_rinjani sukarelawan yang membentuk tim yang membantu pencarian Juliana Marins. Pahlawan satu ini tidak memakai mantel, memakai ransel kargo dan terus berjuang sementara pemerintah Indonesia telah menghentikan pencarian yang mengklaim cuaca buruk sambil menjaga atraksi tetap terbuka bagi pengunjung," tulis akun @renatotravels.

Baca Juga: 9 Kasus Pendaki Terjatuh hingga Hilang di Gunung Rinjani, Terbaru WNA Brasil yang Terperosok ke Danau Sagara Anak

"Agam Rinjani bukanlah teman atau kerabat Juliana Marins, namun ia adalah seorang relawan yang menolak untuk berpaling dari nyawa yang sedang terancam. Dengan keberanian dan tali di punggung, ia mendaki Gunung Rinjani menghadapi dingin, ketinggian, dan kelelahan demi satu tujuan: mencoba menyelamatkan Juliana. Meski menyebut ini sebagai penyelamatan tersulit, Agam memilih bertahan hingga akhir," tulis akun @alohaecotur.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X