Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Tragis Pendaki Brasil Juliana Marins di Rinjani, Evakuasi Terkendala Medan dan Dapat Perhatian Dunia hingga Gubernur NTB Kerahkan 3 Helikopter

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 24 Juni 2025 | 20:23 WIB
Proses evakuasi Juliana Marins  (X @SmartFM_Manado)
Proses evakuasi Juliana Marins (X @SmartFM_Manado)

SketsaNusantara.id - Seorang pendaki asal Brasil bernama Juliana Marins (27) telah jatuh ke jurang sedalam sekitar 500 meter di daerah Segara Anak Gunung Rinjani.

Peristiwa jatuhnya Juliana Marins terjadi pada tanggal 21 Juni 2025 yang lalu saat ia mendaki bersama turis mancanegara lainnya dengan dipandu seorang guide gunung.

Setelah dinyatakan hilang maka Tim SAR kemudian melakukan pencarian namun setelah terdeteksi oleh drone, keberadaan Juliana Marins diketahui terjepit diantara tebing dan tak bergerak, segala upaya yang dilakukan untuk evakuasi ternyata tak berhasil.

Baca Juga: Pendaki Asal Brazil Juliana Marins Terjatuh di Jurang Gunung Rinjani, Terjebak di Kedalaman 500 Meter Proses Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem

Tim SAR ditarik dikarenakan medan yang berat serta cuaca kabut tebal yang tak memungkinkan evakuasi meski waktu sedang berkejaran dengan golden time 72 jam manusia bisa bertahan hidup meski tak ada yang tahu bagaimana kondisinya saat ini.

Sementara itu, Keluarga Juliana di Brasil bahkan membuat akun Instagram khusus (@resgatejulianamarins) untuk menggalang perhatian dan mendesak percepatan evakuasi, yang kemudian menarik perhatian internasional dan menjadi sorotan warganet di berbagai media sosial, termasuk akun resmi Presiden Indonesia.

Melihat kondisi ini, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, secara langsung menginstruksikan percepatan evakuasi, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: Parkir Gratis di Jember Berlaku hingga Agustus 2025, Dishub Awasi Ketat Jukir Liar dan Siapkan Sistem Digital

Gubernur NTB merespons cepat dengan mengerahkan tiga helikopter yang disiapkan oleh Mabes TNI bersama Basarnas, pihak asuransi (berspesifikasi Medivac), dan PT AMNT.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan posisi Juliana melalui drone, namun dilaporkan dalam kondisi tidak bergerak.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dan tim terus berupaya untuk mengangkat korban dari lokasi yang sulit dijangkau tersebut. 

Baca Juga: Wapres Gibran Didampingi Khofifah dan Bupati Banyuwangi Tinjau Harga Sembako di Pasar Rogojampi, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

Sementara itu, jalur pendakian menuju puncak Rinjani juga ditutup sementara untuk mendukung kelancaran operasi evakuasi ini.

Pihak berwenang mengimbau agar para pendaki selalu mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan saat melakukan pendakian, terutama di medan ekstrem seperti Gunung Rinjani.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X