Minggu, 19 Juli 2026

Ini Potret Perjuangan Pahlawan Jember dalam Bingkai Museum dr Soebandi

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 24 Juni 2025 | 14:15 WIB
Wajah dr Soebandi yang terpampang dalam bingkai itu menyebut kedatangan setiap pengunjung museum yang hadir. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Wajah dr Soebandi yang terpampang dalam bingkai itu menyebut kedatangan setiap pengunjung museum yang hadir. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Jejak bersejarah itu terpampang dalam sunyi di Museum dr Soebandi yang terletak di Universitas dr Soebandi, Kecamatan Patrang.

Sorotan mata pejuang yang telah gugur itu masih tajam meski dalam bingkai bercorak monokrom.

Di sinilah jejak pejuang dr Soebandi diabadikan. Mulai catatan masa kecil, catatan pernikahan, catatan penugasan militer, hingga catatan kematiannya diabadikan dengan rapi.

Baca Juga: Sambut Bulan Suro, Pemkab Jember Gelar Apel Siaga Bersama PSHT

Tak hanya itu, sejumlah peninggalan benda-benda milik dr Soebandi juga direplika dengan baik. Mulai seragam dan sejumlah dokumen kenegaraan.

Rektor Universitas dr Soebandi (UDS) Jember Andi Eka Pranata menyatakan bahwa ada filosofi yang ditanamkan pada museum dr Soebandi.

"Beliau adalah seorang tokoh kesehatan yang berjuang luar biasa. Kami ada sebuah momentum untuk mendedikasikan perjuangan beliau. Harus ada museum di sini," tuturnya.

Baca Juga: Selaras dengan Pemkab Jember, Perumdam Tirta Pandhalungan Bebaskan Denda Air

"Itulah mengapa di sebuah kampus harus ada museum," paparnya.

Pembuatan museum bersandingan dengan perpustakaan merupakan hal unik dan jarang dilakukan. Terlebih, tidak semua kampus punya museum.

Di sini, lanjutnya, mahasiswa bisa tahu apa yang ada di perpustakaan, sejarah apa yang tertulis, dan pelajaran apa yang bisa diraih. Jadi, mahasiswa yang biasa ke perpustakaan untuk belajar, bisa juga mempelajari sejarah dr Soebandi.

Baca Juga: Beasiswa Pemkab Jember Belum Dibuka, Link Pendaftaran Palsu Sudah Beredar, Kadispendik Imbau Masyarakat untuk Cermat

Andi lebih lanjut menegaskan bahwa kemerdekaan itu tidak diraih dengan mudah, banyak pengorbanan.

"Nama (dr Soebandi , Red) itu dikenang dan diabadikan pada rumah sakit dan pendidikan," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X