SketsaNusantara.id - Proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins yang jatuh di Gunung Rinjani ramai jadi sorotan khususnya bagi netizen Negeri Samba.
Banyak netizen Brasil yang bertanya-tanya mengapa proses evakuasi Juliana Marins tidak menggunakan helikopter.
Hal serupa juga menjadi pertanyaan bagi netizen Indonesia, seperti diungkap pengamat penerbangan Gerry Soejatman lewat akun X pribadinya @GerryS.
“Ini lagi ramai kasus pendaki wanita asal Braris yang terjatuh di Gunung Rinjani. Banyak yang nanya ‘kenapa kok gak pake helicopter untuk rescue,” cuit Gerry.
Konsultan dan Pakar Penerbangan Umum hingg Keselamatan Udara ini mengungkapkan bahwa Basarnas memang memiliki helikopter penyelamatan, hanya saja ada beberapa hal yang membuat proses evakuasi Juliana Marins tidak bisa dilakukan dengan Rescue Helicopter.
Gerry memaparkan, ada 4 alasan mengapa evakuasi Juliana Marins tidak bisa menggunakan helikopter, bahkan di saat cuaca bagus sekalipun
“Basarnas tidak akan bisa melakukan hoisting rescue korban, mau cuacanya bagus sekalipun,” tegasnya.
Menurut Gerry, lokasi jatuh Juliana Marins cukup tinggi, yakni di lereng dengan ketinggian 9.400 kaki.
Selanjutnya, faktor kedua yakni pengaruh dari cuaca dan kemampuan helikopter yang membuat proses evakuasi WNA asal Brasil ini tidak bisa dilakukan.
“Helicopter yang dioperasikan Basarnas ada AW139 dan AS365,” tulis Gerry lagi.
Artikel Terkait
Beri Bantuan Korban Angin Kencang di Silo, Kadinsos Jember Ingatkan Tata Cara Berlindung saat Angin Kencang Terjadi
KPK Periksa Pendakwah Khalid Basalamah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Bupati Jember Gus Fawait Kembali Lakukan Penyegaran Eselon Dua: Rotasi Ini Sudah Izin Kemendagri
Pemerintah Evakuasi 386 WNI di Iran, Tak Semuanya Mau Pulang ke Indonesia
Catat! Pendaftaran Beasiswa Bupati Jember 2025 Dibuka 30 Juni, Cuma 6 Hari, Cek Link Resminya di Sini