SketsaNusantara.id - Tim SAR Indonesia yang berada di bawah naungan Badan SAR Nasional) (Basarnas) ramai jadi perbincangan global belakangan ini.
Penyebabnya yakni proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins yang terjatuh di Gunung Rinjani pada Sabtu 21 Juni 2025 lalu.
Tim SAR Indonesia menjadi sorotan khususnya oleh netizen Brasil hingga trending di X sejak Rabu, 25 Juni 2025.
Tak sedikit yang mengkritisi Tim SAR dalam proses penyelamatan pendaki asal Brasil berusia 27 tahun tersebut.
Bahkan banyak yang menuding Tim SAR membiarkan korban terlantar di lereng jurang selama 72 jam hingga akhirnya meninggal dunia.
Kendati demikian, banyak juga netizen Indonesia termasuk beberapa tokoh yang mengapresiasi kinerja Tim SAR.
Tim SAR Indonesia sendiri berada di bawah naungan Basarnas yang dibentuk pada tahun 1972 dengan nama Badan SAR Indonesia (BASARI).
Selama 53 tahun beroperasi, Basarnas telah melakukan banyak proses evakuasi, beberapa di antaranya mengantarkan lembaga pemerintah non Kementerian ini meraih sejumlah prestasi bahkan hingga di taraf internasional.
Dan berikut ini beberapa fakta mengenai Basarnas, Tim SAR Indonesia yang dirangkum tim redaksi dari berbagai sumber.
1. Sejarah
Basarnas dibentuk pada tahun 1972 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 11 tertanggal 28 Februari 1972 dengan nama BASARI (Badan SAR Indonesia).
Artikel Terkait
9 Kasus Pendaki Terjatuh hingga Hilang di Gunung Rinjani, Terbaru WNA Brasil yang Terperosok ke Danau Sagara Anak
7 Poin Klarifikasi Felix Siauw: LGBT dan Iran Lebih Berani Bela Gaza, Sementara yang Sunni Sibuk Ribut di Medsos?
7 Sikap Cak Imin tentang Razia Pesantren ‘Sesat’, Bentuk Satgas Khusus Usut Pencabulan di Lingkungan Ponpes
Belajar dari Kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani, Warganet Sarankan Pemerintah Gunakan Drone untuk Misi Penyelamatan di Area Wisata Beresiko Tinggi
5 Fakta Penundaan Kepulangan Haji 2025 akibat Konflik Iran-Israel