SketsaNusantara.id - Proses evakuasi pendaki asal Brasil yang jatuh di Gunung Rinjai membuat kinerja Tim SAR dari Basarnas disorot.
Tak sedikit netizen Brasil dan beberapa pengguna media sosial di Indonesia yang mengkritisi upaya evakuasi yang dilakukan Tim SAR sejak Sabtu, 21 Juni 2025.
Instagram Basarnas pun dibanjiri komentar berbahasa Brasil yang menilai Tim SAR lamban hingga tidak memiliki alat penyelamatan yang memadai.
Analis Basarnas Joshua Banjarnahor akhirnya angkat bicara lewat unggahan di akun Instagramnya @joshua_banjarnahor_ pada Rabu, 25 Juni 2025.
Pria yang juga pernah menjadi anggota Tim SAR ini mengungkapkan, penyelamata di gunung bukanlah hal yang mudah.
“Penyelamatan di gunung menjadi lebih kompleks dan berbahaya dibandingkan deengan operasi penyelamatan di tempat lain,” tulisnya.
Joshua menuturkan, medan yang berat serta cuaca yang bisa berubah drastis dalam waktu singkat menjadi alasan evakusi di gunung memerlukan perhitungan yang matang.
Ia pun mengakui, misi penyelamatan pendaki Brasil yang terjatuh di Gunung Rinjani penuh tantangan.
Joshua juga menyinggung soal helikopter yang sempat diributkan netizen.
“Helikopter memang krusial, tapi medan dan aksesibilitas harus diperhitungkan matang-matang," tegasnya.
Artikel Terkait
Beri Bantuan Korban Angin Kencang di Silo, Kadinsos Jember Ingatkan Tata Cara Berlindung saat Angin Kencang Terjadi
KPK Periksa Pendakwah Khalid Basalamah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Pemerintah Evakuasi 386 WNI di Iran, Tak Semuanya Mau Pulang ke Indonesia
Tom Lembong Sumringah Disambangi Bestie, Ekspresi Anies Baswedan di Sela Persidangan Ramai Jadi Sorotan, Mantan Gubernur Jakarta Sampaikan Harapan Ini
Lengkap! Ini Rincian Kategori Beasiswa Bupati Jember 2025, Siap-Siap Daftar Mulai Prestasi, Afirmasi hingga Beasiswa Khusus
Damkar Amankan Monyet Liar di Jember yang Serang Rumah Kos, Masih Ada 3 Berkeliaran
Update Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Jurang Gunung Rinjani Kedalam 600 Meter Telah Meninggal Dunia