Sementara itu, menurut pengamat hingga pakar penerbangan umum dan penyelamatan Gerry Soejatman, lokasi korban membuat proses evakuasi dengan helikopter cukup mustahil.
Bahkan Gerry melalui akun X-nya @GerryS mengungkapkan, sekali pun cuaca cerah, proses evakuasi menggunakan helikopter dengan medan seperti Rinjani akan cukup menyulitkan.
Alasannya, helikopter milik Basarnas tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hosting (mengangkat/menurunkan barang/orang dengan tali dari dan ke helikopter) tidak memadai.
“Heli Basarnas tidak akan bisa melakukan hosting rescue korban, mau cuacanya bagus sekalipun,” tulisnya.
Gerry juga menambahkan, meski Basarnas menggunakan Blackhawk, dengan lokasi korban yang berada di ketinggian 9.400 kaki, tetap tidak mungkin dilakukan.
“Untuk perbandinga, Blackhawk aja hover OGE max di 6.200 ft,” cuit Gerry lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Beri Bantuan Korban Angin Kencang di Silo, Kadinsos Jember Ingatkan Tata Cara Berlindung saat Angin Kencang Terjadi
KPK Periksa Pendakwah Khalid Basalamah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Pemerintah Evakuasi 386 WNI di Iran, Tak Semuanya Mau Pulang ke Indonesia
Tom Lembong Sumringah Disambangi Bestie, Ekspresi Anies Baswedan di Sela Persidangan Ramai Jadi Sorotan, Mantan Gubernur Jakarta Sampaikan Harapan Ini
Lengkap! Ini Rincian Kategori Beasiswa Bupati Jember 2025, Siap-Siap Daftar Mulai Prestasi, Afirmasi hingga Beasiswa Khusus
Damkar Amankan Monyet Liar di Jember yang Serang Rumah Kos, Masih Ada 3 Berkeliaran
Update Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Jurang Gunung Rinjani Kedalam 600 Meter Telah Meninggal Dunia