Kamis, 4 Juni 2026

Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara Memperingati Hardiknas 2025, Bapak Pendidikan Indonesia Pernah Jadi Santri hingga Diasingkan ke Belanda

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Mei 2025 | 16:39 WIB
Potret Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia yang dulu pernah jadi santri hingga diasingkan ke Belanda (YouTube/Dewantara Muda)
Potret Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia yang dulu pernah jadi santri hingga diasingkan ke Belanda (YouTube/Dewantara Muda)

Namun, ketika melanjutkan ke STOVIA, Ki Hajar Dewantara tak bisa menyelesaikan pendidikannya karena sakit.

6. Pernah Diasingkan ke Belanda

Ki Hajar pernah diasingkan ke Pulau Bangka kemudian dikirim ke Belanda karena kritik tajam pada pemerintah kolonial melalui tukisannya sebagai seorang jurnalis.

Tulisan berjudul "Seandainya Aku Seorang Belanda", dianggap menghasut dan mengganggu ketertiban umum oleh pemerintah Belanda.

Ia diasingkan bersama Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo, yang disebut Tiga Serangkai pada tahun 1913 dan kembali ke Indonesia pada tahun 1919.

Baca Juga: Miris! Kisah di Balik Pembangunan Tugu Ngejaman di Malioboro, Penyebab Ki Hajar Dewantara Diasingkan ke Belanda

7. Dikenal Sebagai Politikus Pendiri Indisje Partij

Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai politikus dan mendirikan Indisje Partij sebagai partai nasionalis pertama di Indonesia.

Partai ini didirikan bersama Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo yang kemudian dikenal dengan 3 serangkai. Tujuannya untuk mewujudkan "Indonesia Merdeka".

8. Menteri Pendidikan Pertama di Indonesia

Berkat dedikasinya di bidang akademik, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pertama di Indonesia.

Ki Hajar Dewantara awalnya menjabat sebagai Menteri Pengajaran pada 2 September 1945 hingga 14 November 1945. Kemudian jabatannya diganti jdi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1950.

Baca Juga: Bukan Borobudur, Inilah Candi di Blitar yang Jadi Kebanggaan Raffles, Kini Tinggal Reruntuhan yang Masih Menyimpan Misteri Masa Lalu

9. Meraih Gelar Honoris Causa di Bidang Kebudayaan

Mendapat julukan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara mendapatkan anugerah gelar dokter honoris causa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1956.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X