Namun, ketika melanjutkan ke STOVIA, Ki Hajar Dewantara tak bisa menyelesaikan pendidikannya karena sakit.
6. Pernah Diasingkan ke Belanda
Ki Hajar pernah diasingkan ke Pulau Bangka kemudian dikirim ke Belanda karena kritik tajam pada pemerintah kolonial melalui tukisannya sebagai seorang jurnalis.
Tulisan berjudul "Seandainya Aku Seorang Belanda", dianggap menghasut dan mengganggu ketertiban umum oleh pemerintah Belanda.
Ia diasingkan bersama Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo, yang disebut Tiga Serangkai pada tahun 1913 dan kembali ke Indonesia pada tahun 1919.
7. Dikenal Sebagai Politikus Pendiri Indisje Partij
Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai politikus dan mendirikan Indisje Partij sebagai partai nasionalis pertama di Indonesia.
Partai ini didirikan bersama Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo yang kemudian dikenal dengan 3 serangkai. Tujuannya untuk mewujudkan "Indonesia Merdeka".
8. Menteri Pendidikan Pertama di Indonesia
Berkat dedikasinya di bidang akademik, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pertama di Indonesia.
Ki Hajar Dewantara awalnya menjabat sebagai Menteri Pengajaran pada 2 September 1945 hingga 14 November 1945. Kemudian jabatannya diganti jdi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1950.
9. Meraih Gelar Honoris Causa di Bidang Kebudayaan
Mendapat julukan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara mendapatkan anugerah gelar dokter honoris causa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1956.
Artikel Terkait
Pengabdiannya Luar Biasa, Inilah Asal Mula dan Alasan Guru Layak Disebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Satu-Satunya, Inilah Tokoh PKI yang Dimakamkan di TMP Kalibata hingga Bergelar Pahlawan Nasional, Siapa?
Mengenal 3 Pahlawan Perempuan pada Tugu 3 Wanita Pejuang Jepara, Ada Patung RA Kartini yang Memegang Buku!
Cermin Awet Muda Peninggalan RA Kartini di Rembang, Jadi Spot Paling Diminati Pengunjung Museum Kartini?
Siapa Suami RA Kartini? Mengenal Bupati Rembang yang Jadi Pendukung Perjuangan Emansipasi Wanita, Ikut Mendirikan Sekolah Keputrian di Jawa Tengah
Golkar Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pemerintahan Prabowo Diharapkan Segera Putuskan