Hal itu dilakukannya agar Ki Hajar Dewantara lebih dekat dengan rakyat dalam perjuangannya mewujudkan pendidikan yang merata untuk semua kalangan bukan hanya bagi kaum bangsawan.
3. Makna Filosofis di Balik Nama Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta.
Nama "Ki Hajar Dewantara" diambilnya pada 1922 setelah mendirikan sekolah Taman Siswa, yang ternyata memiliki makna filosofis.
"Hajar" berarti guru atau pendidik, sedangkan "Dewantara" merujuk pada utusan Tuhan yang membawa pencerahan. Nama ini mencerminkan misinya untuk mendidik dan memajukan bangsa melalui pendidikan yang berlandaskan kebudayaan lokal.
4. Menerapkan Sistem "Among" dalam Pendidikan
Setelah mendirikan Taman Siswa, Ki Hajar menerapkan sistem "among" dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak pribumi.
Penerapan sistem ini memiliki tujuan mulia yaitu mewujudkan pendidikan yang memanusiakan manusia serta mengembangkan kebebasan berpikir, dan menghargai budaya lokal.
Setiap guru berperan sebagai pendamping atau "among" bagi siswa yang memberikan bimbingan dan arahan tanpa paksaan, serta dengan kasih sayang yang menghargai kodrat alamiah anak.
5. Pernah Tak Tamat Sekolah
Meski berasal dari keluarga bangsawan, Ki Hajar Dewantara ternyata pernah tak tamat sekolah.
Awalnya, ia menamatkan pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS) sekolah yang didirikan pemerintah Hindia Belanda.
Artikel Terkait
Pengabdiannya Luar Biasa, Inilah Asal Mula dan Alasan Guru Layak Disebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Satu-Satunya, Inilah Tokoh PKI yang Dimakamkan di TMP Kalibata hingga Bergelar Pahlawan Nasional, Siapa?
Mengenal 3 Pahlawan Perempuan pada Tugu 3 Wanita Pejuang Jepara, Ada Patung RA Kartini yang Memegang Buku!
Cermin Awet Muda Peninggalan RA Kartini di Rembang, Jadi Spot Paling Diminati Pengunjung Museum Kartini?
Siapa Suami RA Kartini? Mengenal Bupati Rembang yang Jadi Pendukung Perjuangan Emansipasi Wanita, Ikut Mendirikan Sekolah Keputrian di Jawa Tengah
Golkar Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pemerintahan Prabowo Diharapkan Segera Putuskan