Minggu, 19 Juli 2026

Golkar Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pemerintahan Prabowo Diharapkan Segera Putuskan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 24 April 2025 | 06:00 WIB
Soeharto, Presiden RI ke 2, diusulkan jadi Pahlawan Nasional. (Instagram @jejaksoeharto)
Soeharto, Presiden RI ke 2, diusulkan jadi Pahlawan Nasional. (Instagram @jejaksoeharto)

SketsaNusantara.id - Wacana pengangkatan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional kembali bergulir.

Nama Soeharto masuk dalam daftar tokoh yang diusulkan Kementerian Sosial bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) pada Maret 2025.

Partai Golkar, yang sejak lama dikenal dekat dengan Soeharto, kini mendorong secara terbuka agar Pemerintah Prabowo segera memberikan gelar pahlawan nasional kepada sosok yang memimpin Indonesia selama 32 tahun itu.

Baca Juga: Butuh Hunian? Aset Perumahan Tommy Soeharto ini Ditawarkan Secara Gratis, Semua Bisa Menempati, Tapi Harus Bisa Menghadapi Ini...

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menegaskan bahwa dorongan untuk menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional bukan hal baru.

"Sebaiknya pemerintah disegerakan itu untuk pemberian gelar pahlawan nasional. Kami sejak lama mendorong Pak Harto agar mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” tuturnya di Jakarta, Rabu 23 April 2025.

Menurut Sarmuji, Soeharto memiliki peran besar dalam pembangunan nasional, meskipun tak dijelaskan secara spesifik jasa-jasa tersebut.

Baca Juga: Bakso Favorit Keluarga Cendana! Kisah Inspiratif Pedagang Kecil yang Ditemukan Soeharto dan Jadi Legenda Kuliner Jakarta hingga Kini

“Dengan segala kelebihan dan kekurangan, beliau telah banyak berjasa membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia,” katanya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa pengusulan Soeharto dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Usul itu datang berdasarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui seminar, diskusi, dan pertemuan tokoh.

"Tentu awalnya adalah masukan dari gubernur. Gubernur mendapatkan masukan dari bupati, wali kota, yang sebelumnya bupati dan wali kota itu adalah masukan dari masyarakat lewat seminar dan lain sebagainya," ujar Gus Ipul.

Baca Juga: Air Mineral Equil yang Dikonsumsi Prabowo dan Titiek Soeharto saat Buka Puasa Bareng Kembali Ramai Jadi Sorotan, Kenapa Harganya Begitu Mahal?

Ia menambahkan bahwa sebelum sampai di meja Kemensos, nama Soeharto telah melewati proses pengkajian mendalam melibatkan akademisi dan sejarawan.

"Setelah seminar selesai, ada sejarawannya, ada tokoh-tokoh setempat, dan juga narasumber lain... setelah itu baru ke kami," tambahnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X