Senin, 22 Juni 2026

Menilik Cerita Dibalik Sate Kere, Makanan Khas Nusantara Hasil Limbah Rumah Jagal di Zaman Hindia Belanda

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Jumat, 18 April 2025 | 11:00 WIB
Cerita sate kere yang merupakan makanan khas dari Solo dari zaman penjajahan. (Instagram/@kulinerdisolo)
Cerita sate kere yang merupakan makanan khas dari Solo dari zaman penjajahan. (Instagram/@kulinerdisolo)

SketsaNusantara.id - Indonesia memiliki ragam kuliner khas yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Salah satu kuliner khas nusantara yang memiliki cita rasa spesial lengkap dengan keunikannya adalah sate kere.

Sate kere merupakan makanan berupa sate khas dari Solo dengan bahan dasar gajih sapi dan tempe yang dilengkapi dengan bumbu rempah.

Baca Juga: 5 Fakta Insiden Pelajar Jatuh dari Pendulum 360 di Jatim Park 1 Batu, Operasionalnya Dihentikan Sementara

SketsaNusantara.id mengutip laman visitingjogja yang dikelola Dinas Pariwisata DIY dan laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, sate kere diambil dari kata 'kere" yang dalam bahasa Jawa berarti miskin atau tidak memiliki uang.

Arti "kere" ini menggambarkan isian dari sate tersebut yang mana berbahan dasar dari tempe gembus dan beberapa macam jeroan.

Konon, sate kere dulunya hanya dibeli oleh masyarakat kalangan bawah yang tidak mampu membeli sate daging.

Baca Juga: 5 Fakta Insiden Pelajar Jatuh dari Pendulum 360 di Jatim Park 1 Batu, Operasionalnya Dihentikan Sementara

Pada masa penjajahan, daging merupakan bahan pangan yang sangat mewah dan olahannya hanya bisa dimakan oleh bangsa kolonial dan para bangsawan atau priyayi.

Masyarakat pribumi yang ingin menikmati makanan seperti yang disantap oleh para priyayi lalu meniru sajian yang mirip dengan sate namun dari bahan pangan sisa.

Dipilihlah jeroan sapi yang mana dahulu dianggap sebagai limbah pangan bagi bangsa kolonial dan para priyayi.

Baca Juga: Unik! Inilah Cara Orang Jawa Memberi Nama Anaknya, Syarat Makna Sayangnya Justru Jadi Bahan Ejekan

Sate kere menjadi bukti kreativitas masyarakat pribumi terdahulu dalam menciptakan menu makanan nikmat dan terjangkau.

Hidangan ini memiliki kelezatan yang unik lantaran sebelum dibakar gajih dan tempe gembos direndam terlebih dahulu dalam bumbu yang penuh rempah.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X