SketsaNusantara.id - Indonesia memiliki ragam kuliner khas yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.
Salah satu kuliner khas nusantara yang memiliki cita rasa spesial lengkap dengan keunikannya adalah sate kere.
Sate kere merupakan makanan berupa sate khas dari Solo dengan bahan dasar gajih sapi dan tempe yang dilengkapi dengan bumbu rempah.
SketsaNusantara.id mengutip laman visitingjogja yang dikelola Dinas Pariwisata DIY dan laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, sate kere diambil dari kata 'kere" yang dalam bahasa Jawa berarti miskin atau tidak memiliki uang.
Arti "kere" ini menggambarkan isian dari sate tersebut yang mana berbahan dasar dari tempe gembus dan beberapa macam jeroan.
Konon, sate kere dulunya hanya dibeli oleh masyarakat kalangan bawah yang tidak mampu membeli sate daging.
Pada masa penjajahan, daging merupakan bahan pangan yang sangat mewah dan olahannya hanya bisa dimakan oleh bangsa kolonial dan para bangsawan atau priyayi.
Masyarakat pribumi yang ingin menikmati makanan seperti yang disantap oleh para priyayi lalu meniru sajian yang mirip dengan sate namun dari bahan pangan sisa.
Dipilihlah jeroan sapi yang mana dahulu dianggap sebagai limbah pangan bagi bangsa kolonial dan para priyayi.
Baca Juga: Unik! Inilah Cara Orang Jawa Memberi Nama Anaknya, Syarat Makna Sayangnya Justru Jadi Bahan Ejekan
Sate kere menjadi bukti kreativitas masyarakat pribumi terdahulu dalam menciptakan menu makanan nikmat dan terjangkau.
Hidangan ini memiliki kelezatan yang unik lantaran sebelum dibakar gajih dan tempe gembos direndam terlebih dahulu dalam bumbu yang penuh rempah.
Artikel Terkait
Mudik ke Solo Wajib Mampir Sini! Jelajahi Toko Jajanan Tertua Berdiri Sejak Tahun 1888, Cicipi Kue Legendaris Favorit Raja Pakubuwono X
Rekomendasi 5 Warung Makan Legendaris di Jember untuk Pecinta Kuliner Lengkap Alamat dan Jam Buka: Ada yang Berdiri Sejak Tahun 1958
Berdiri Sejak 1881, Roti Legend Kota Solo Kuliner Kesukaan Para Raja, Tak Pernah PHK Karyawan
Dulu Belum Pakai Gerobak? Intip Cerita Masa Lalu dari Jujugan Kuliner Tersohor di Solo, Istilah Angkringan Ternyata Sudah Ada Sejak Tahun 1918
Gurih, Pedas, dan Penuh Cerita! Menyelami Warisan Kuliner Jember Lewat Tahu Kocek yang Tak Pernah Sepi Peminat