Ketidakmampuan DPR dalam menjalankan amanahnya sebagai perwakilan rakyat semakin memperjelas adanya ketimpangan dalam kebijakan efisiensi anggaran ini.
Pemangkasan anggaran pendidikan adalah langkah yang berlawanan dengan visi Indonesia Emas 2045. Bagaimana mungkin kita bisa mencetak generasi unggul jika sektor pendidikan terus dikorbankan?
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan di masa depan, bukan beban yang harus ditekan untuk menyeimbangkan anggaran negara.
Jika efisiensi anggaran harus dilakukan, seharusnya pemerintah lebih selektif dalam menentukan sektor mana yang benar-benar layak dikurangi.
Pendidikan bukanlah pilihan yang tepat untuk dijadikan korban pemangkasan. Sudah seharusnya pendidikan mendapatkan prioritas utama dalam alokasi anggaran, bukan sebaliknya.
Kita perlu bertanya lebih jauh, apakah kebijakan ini benar-benar demi kepentingan rakyat atau hanya strategi politik semata? Jangan sampai pendidikan yang menjadi harapan bangsa justru dikorbankan demi kepentingan segelintir elit politik. Efisiensi boleh saja dilakukan, tetapi bukan dengan mengorbankan masa depan generasi muda Indonesia.
Tanah Air Kaya Raya
Yang Sengsara Rakyat Jelata!!!***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!