sketsa

Tiga Srikandi dalam Pertarungan Pilgub Jatim 2024: Bukti Nyata Kepemimpinan Tidak Terbatas Gender

Jumat, 8 November 2024 | 09:41 WIB
Isna Asaroh, Ketua PC KOPRI Jember

Baca Juga: Tidak Ada Jokowi, Berikut 9 Nama Waketum Partai Golkar yang Ditunjuk Bahlil Lahadalia, Ada Mantan Napi Korupsi

Dari tantangan-tantangan yang tersebut diatas, kedepan Jawa timur membutuhkan kepemimpinan yang efektif, inovatif, dan berintegritas untuk menghadirkan perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur pasca Pilgub 2024.

Oleh karenanya, pilihan rakyat Jawa Timur terhadap calon Kepala Daerah menjadi sangat penting dalam menentukan masa depan Jatim yang lebih baik kedepannya.

Tiga calon Gubernur jatim berikut dengan tiga wakilnya adalah sosok putri dan putra daerah terbaik yang diharapkan mampu membawa Jatim lebih progressif lagi. Namun, diantara yang terbaik pasti ada yang paling terbaik.

Baca Juga: Ridwan Kamil Simulasikan Aplikasi Curhat yang Menjadi Salah Satu Programnya Saat Maju Sebagai Bakal Calon Gubernur Jakarta, Kunto Aji: Geli Yak...

Siapakah itu? Pilihan rakyatlah yang akan menjawabnya. Dalam memilih pemimpinnya, tentu harus didasarkan pada beberapa pertimbangan (tidak sembarang memilih).

Mengenal pemimpin berdasarkan track record kepemimpinan, pengalaman, serta program yang ditawarkan merupakan hal penting yang sepatutnya dilakukan oleh masyarakat sebagai pemilih.

Mari secara singkat, mengenal ketiga Pasangan Calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim dalam Pilgub 2024 ini;
Pasangan nomor urut satu ialah Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Hakim (Luluk-Lukman. Hadir dengan tagline “Luman” yang merupakan akronim dari nama mereka, Luluk dan Lukman, atau yang dalam bahasa Jawanya berarti dermawan atau suka memberi.

Baca Juga: Arumi Bachsin Tak Suka Barang Branded, Kenapa? Istri Emil Dardak Jelang Pilkada 2024 Makin Bikin Netizen Kagum

Makna tagline itu sebagaimana sering disebutkan menggambarkan tawaran kepemimpinan mereka yang komitmen untuk menghadirkan kepemimpinan yang adil dan berfokus pada kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Adapun program ungulan yang acap disuarakan ketika kampanye ialah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih unggul dan pemenuhan kebutuhan sosial dasar, memperkuat ketahanan ekonomi, pemerataan pembangunan melalui percepatan infrastruktur desa, pembangunan antar wilayah dan pelestarian lingkungan hidup serta resiliensi terhadap bencana, dan memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang terbuka, partisipatif, akuntabel, bebas korupsi dalam mewujudkan pelayanan publik inovatif, serta mewujudkan masyarakat yang aman, berakhlak, inklusif, berkesetaraan gender dan harmonis. Sedang visi yang mereka acap sampaikan ialah Jawa Timur sejahtera, berdaya saing, inklusif, berwawasan lingkungan, dan mendunia.

Baca Juga: Cagub Jatim Luluk Nur Hamidah Hadirkan Program Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Gratis dan Bantuan 1 Juta Rupiah ke Ibu Rumah Tangga

Selanjutnya, paslon nomor urut dua atau pertahana dari pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak (Khofifah-Emil).

Adapun tagline yang dibawa oleh paslon pertahana ini yaitu “Jatim Maju Berprestasi” dengan program unggulannya yaitu; Nawa Bhakti satya 2 sebagai kelanjutan dari program periode pertama pasangan ini yang berfokus pada 9 misi utama diantaranya; Jatim sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Sehat, Jatim Cerdas, Jatim Akses, Jatim berkah amanah, Jatim Agro, Jatim Harmoni dan Jatim Lestari.

Baca Juga: APBD Jember Besar tapi Kemiskinan Tertinggi ke-2 di Jatim, Gus Fawait-Djoko: Rakyat Butuh Keadilan

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB