63 persen responden meyakini bahwa Career Cushioning dapat mempercepat pencarian pekerjaan mereka.
Karyawan yang melakukan praktik Career Cushioning merasa lebih percaya diri di tengah volatilitas pasar kerja.
Taktik Career Cushioning yang paling populer dilakukan oleh karyawan, yaitu melamar pekerjaan lain (47 persen) dan mengikuti pelatihan atau keterampilan (42 persen).
Organisasi perusahaan, perlu memahami bahwa Career Cushioning adalah fenomena yang tidak bisa dihindari.
Langkah yang bisa diambil perusahaan dalam merespons karyawannya yang melakukan Career Cushioning mencakup beberapa hal.
Di antaranya adalah menjaga komunikasi terbuka dengan karyawan untuk membahas aspirasi, kekhawatiran, dan jalur karier.
Langkah lainnya adalah berinvestasi dalam pengembangan karyawan melalui peningkatan keterampilan.
Career Cushioning kini menjadi sangat penting bagi karyawan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Career Cushioning tidak hanya membantu mengurangi risiko kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba, tetapi juga memungkinkan para profesional untuk membangun jaringan yang berharga dan meningkatkan keterampilan mereka.***
* Penulis adalah Staf Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Bidang Hubungan Antar Lembaga.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!