SketsaNusantara.id - Kasus rudapaksa dan pembunuhan siswi SMP di Palembang menggegerkan dunia maya pada 1 September 2024.
Korban AA (13) diperkosa dan dibunuh oleh kekasihnya, IS yang baru berusia 16 tahun.
Tak hanya itu, IS juga mengajak 3 rekannya dalam aksi bejatnya tersebut.
Tindakan keji tersebut dilakukan para pelaku di TPU Talang Kerikil, Palembang, Sumatera Selatan.
Berdasarkan hasil investigasi Psikolog Biro SDM Polda Sumber, motif keempat pelaku yakni nafsu yang dipengaruhi pornografi.
Kasus ini pun menjadi sorotan karena baik korban maupun pelaku masih di bawah 18 tahun.
Bahaya pornografi menjadi salah satu hantu yang menghantui dunia anak-anak.
Apalai kasus pencabulan atau pemerkosaan terhadap anak dinilai sebagai kejahatan kekerasan yang berkaitan dengan kesusilaan.
Posisi korban juga menjadi salah satu penyebab kejahatan tersebut, seperti hubungan darah, pacar, saudara maupun kerabat.
Baca Juga: Profil Muhammad Farhan Alkatiri, Anggota DPRD Kota Batu Termuda, Adik Selebgram Sarah Keihl
Maraknya kasus pencabulan terhadap anak-anak juga menjadi pengingat betapa pentingnya perlindungan anak dari tindakan asusila.
Artikel Terkait
KPU Kota Batu Sudah Selesaikan Penelitian Dokumen Administrasi 3 Bapaslon, Komisioner Thomi: Ada Masa Perbaikan
Viral di Medsos, Momen Emak-emak yang Asik Swafoto di Depan Orang yang Sedang Sholat di Masjid Kota DepokĀ
Kasus Rudapaksa Siswi SMP di Palembang Jadi Bukti Bahaya Pornografi Bagi Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua
Airasia Buka Penerbangan Langsung Kuala Lumpur-Labuan Bajo, Sandiaga Uno Berikan Apresiasi hingga Harapan
Profil Muhammad Farhan Alkatiri, Anggota DPRD Kota Batu Termuda, Adik Selebgram Sarah Keihl
KPU Kota Batu Telah Laksanakan Tes Kesehatan 3 Bapaslon Dinyatakan Sehat dan Mampu