Almarhum Profesor Salim Said juga pernah menyinggung tentang sosok Soeharto dan citra Raja Jawa yang dibangun.
Siti Hartinah alias Bu Tien Soeharto, istri sang diktator, meyakini bahwa suaminya mendapatkan "Wahyu Keprabon".
Penyebabnya tak lain karena dalam diri sang istri diyakini mengalir darah para raja yang tersambung ke nasab ke Kerajaan Majapahit.
Belum lagi dengan berbagai rumor di masa itu yang menyatakan bahwa ia kerap berkonsultasi dengan dukun. Ya, betul, ini Indonesia, bung.
Klop sudah Soeharto menyandang sebutan sebagai Raja Jawa dengan berbagai fakta sejarah yang mungkin beberapa tahun ke depan cuma dianggap science fiction oleh anak cucu kita.
Itu sebabnya ketika sang istri meninggal di tahun 1996, wahyu tersebut konon lenyap tak berbekas terangkat dari Soeharto.
Dua tahun kemudian, Soeharto jadi sasaran caci maki rakyatnya sendiri dan akhirnya lengser dan menyepi dalam kesakitan.
Kisah semacam itu pastinya sulit dipercaya oleh generasi zaman sekarang dan paling banter cuma jadi bahan konten TikTok demi menggaet engagement dan traffic.
Namun, hari-hari terakhir ini sosok Raja Jawa kembali muncul dalam wujud yang viral di berbagai medsos dan pemberitaan media.
Frasa "Raja Jawa" mulanya keluar dari ucapan seorang ketua umum partai yang baru saja dilantik.
Ingat, ini adalah partai yang di masa lalu merupakan organisasi besar di rezim Orde Baru, pemenang tunggal di setiap pemilu, dengan peran Soeharto yang sangat berpengaruh.