sketsa

Falsafah Jawa Ini Sudah Ratusan Tahun Mengingatkan Bahaya Pemimpin yang Mudah Terpengaruh oleh Para Penjilat di Sekelilingnya

Kamis, 4 Juni 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi Sabda Padhita Ratu. (Pexels/kevin yung)

Meski lahir berabad-abad lalu, falsafah ini masih sering dibahas dalam berbagai kajian budaya dan kepemimpinan. Nilainya dianggap tetap relevan karena berkaitan dengan integritas, konsistensi, dan tanggung jawab.

Bagi masyarakat Jawa, kepemimpinan bukan hanya soal kemampuan memerintah. Kepemimpinan juga menyangkut kemampuan menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain.

Melalui Sabda Pandhita Ratu Tan Kena Wola-Wali, budaya Jawa meninggalkan pesan sederhana namun kuat. Seorang pemimpin yang baik diharapkan tidak mudah terhasut, tidak mudah mengubah pendirian tanpa alasan yang jelas, serta mampu menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan.

Dengan demikian, falsafah tersebut tidak sekadar menjadi warisan budaya, melainkan juga menjadi pengingat tentang pentingnya integritas dalam kepemimpinan yang telah dikenal masyarakat Jawa sejak ratusan tahun lalu.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB