Selain itu, lokakarya juga menjadi forum untuk memastikan bahwa modul mampu menjawab kebutuhan murid Pendidikan Kesetaraan yang beragam. Diskusi dilakukan untuk menilai kesesuaian materi dengan konteks pembelajaran di PKBM dan SKB, serta memastikan bahwa modul dapat mendukung pembelajaran yang inklusif.
Bagi pendidik, keberadaan Modul Pemberdayaan Remaja memberikan panduan dalam mengelola pembelajaran Muatan Pemberdayaan. Modul ini membantu pendidik merancang kegiatan belajar yang terarah, sekaligus memberi ruang fleksibilitas sesuai dengan kondisi murid dan satuan pendidikan. Pendekatan ini mendukung pembelajaran yang adaptif dan relevan.
Baca Juga: Sekretaris Dinas Pendidikan Jombang Tekankan Peran STEM dan SEL bagi Tutor Pendidikan Kesetaraan
Penguatan Muatan Pemberdayaan juga mencerminkan perhatian terhadap peningkatan kualitas Pendidikan Kesetaraan secara berkelanjutan. Pendidikan nonformal dipandang sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat yang belum terlayani pendidikan formal. Oleh karena itu, peningkatan mutu pembelajaran menjadi bagian dari agenda pengembangan Pendidikan Kesetaraan.
Melalui dukungan UNICEF, Pendidikan Kesetaraan Paket C diarahkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi murid. Paket C tidak hanya diposisikan sebagai jalur alternatif untuk memperoleh ijazah setara SMA, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendukung pengembangan kapasitas, kemandirian, dan partisipasi murid dalam kehidupan sosial.
Baca Juga: Verrell Bramasta Mantap di DPR Suarakan Pendidikan Kesetaraan dan Aspirasi Perempuan
Penyelenggaraan Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan Modul Pemberdayaan Remaja menunjukkan komitmen bersama antara UNICEF dan pemerintah dalam memastikan kualitas pembelajaran pendidikan nonformal. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan di tingkat satuan pendidikan.
Dengan penguatan Muatan Pemberdayaan, Pendidikan Kesetaraan Paket C diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dan berkelanjutan bagi murid. Pendekatan ini memperkaya makna pendidikan nonformal dan memperkuat peran Pendidikan Kesetaraan sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional.***
*Guru, Ketua 2 DPP ASTINA (Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional)
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!