sketsa

Pentingnya Moderasi Sebagai Kendali Ketegasan Bersikap dalam Beragama

Senin, 8 September 2025 | 16:20 WIB
Syarif Hidayat Santoso (dok. SketsaNusantara.id)

Kepada mereka yang pernah mendzalimi Rasul dan keluarganya serta berbuat aniaya kepada kaum muslim, rasul menunjukkan sikap pemaaf ala Nabi Isa yang luar biasa.

 

Ya, Rasul memang pemaaf. Tapi tunggu dulu. ada penista-penista agama dari kalangan orang kafir yang tak diampuni oleh rasulullah. Mereka adalah Abdullah Al Khattal, Huwairitz Bin Nuqais, Ka'ab Bin Al Asyraf (Seorang Yahudi Pencaci Nabi dan Pencaci Istri Nabi), juga dua orang tawanan Perang Badar yaitu Uqbah Bin Mu'ith dan Nadar Al Harits. Jika tawanan perang Badar lainnya disuruh mengajarkan baca tulis pada penduduk Madinah, dua orang di atas malah dihukum mati oleh Rasul.  

Jadi, dibalik sifat Nabi Isa yang welas Asih, Rasul juga punya sifat tegas ala Musa. Lantas, kita mau terus-terusan lembut?  Adakalanya kita harus mengkombinasikan hidup antara moderat dengan tegas sekaligus.

*Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial-Budaya-Politik-Keagamaan.

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB