SketsaNusantara.id - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menggelar diskusi dan dialog Membangun dan Mengembangkan Kampung Moderasi Beragama, Rabu 23 Juli 2025. Berlokasi di Pesantren At-Tahdzib Rejoagung, kegiatan ini diikuti para penyuluh agama di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang.
Tampak hadir sebagai undangan ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang H Munif Kusnan. Termasuk juga Hj Susanti, Ketua LazisNU PCNU Jombang.
Baca Juga: Tunjangan Guru Non ASN Binaan Kemenag Naik Rp500 Ribu Mulai 2025, 227.147 Pendidik Terima Kenaikan
Kepala Desa Rejoagung H Ahmad Hasani mengapreasi kegiatan ini. "Saya hanya bertugas meneruskan apa yang sudah dilakukan leluhur dalam menjaga kerukunan umat beragama di Rejoagung, khususnya Ngepeh yang ditetapkan sebagai kampung moderasi beragama," ujarnya.
Ketua Panitia Dr Mashur berharap moderasi beragama terus dijaga sampai akhir zaman. Dirinya mengakui kerukunan sebagai modal besar dalam membangun peradaban.
"Tidak ada referensi kemajuan bangsa tanpa harmoni," imbuhnya. "Kan tidak mungkin ada keindahan tanpa adanya keragaman," ujar Kasi Bimais Kemenag Jombang ini.
Baca Juga: Gelar Rakerda, Wawali Ina Pesan FKUB Agar Jaga Kota Probolinggo Tetap Kondusif
Kepala Kemenag Jombang Dr H Muhajir mengakui toleransi warga Jombang tinggi. "Kalau ngomong moderasi beragama di Jombang sebenarnya sudah selesai," ujarnya.
Pria berkacamata ini menjelaskan tantangan ke depan adalah ideologi trans-nasional yang mudah menyalahkan kelompok lain. "Penyuluh agama di Jombang harus mampu merawat kemajemukan di Ngepeh itu," pintanya.
Saat memaparkan hasil penelitian, Mukani lebih membahas sisi menarik warga Ngepeh dalam merawat toleransi. "Selama 2,5 tahun tim peneliti memotret kehidupan mereka yang rukun meski berbeda agama, ada lslam, Katholik, Kristen, Hindu dan Budha," ujarnya.
Baca Juga: Gembleng Militansi Mahasiswa, STIT-UW Jombang Gelar LKMM
Dosen STIT Urwatul Wutsqo Jombang ini mengakui ada dua kunci sukses merawat toleransi di Ngepeh. "Mereka warga Ngepeh mayoritas masih keturunan Mbah Lurah Kam dan tinggal bertetangga dalam satu dusun," imbuh guru SMAN 1 Jombang ini.
Penerima anugerah tokoh literasi Kemenag Jatim ini berharap ke depan ada aspek yang terus perlu dikembangkan. "Misalnya di medsos berbagai platform belum banyak mengekspos kerukunan umat beragama di Ngepeh, termasuk dari sisi peningkatan perekonomian," tambahnya.
Hal senada disampaikan H Munif Kusnan. Dengan ditetapkan sebagai kampung moderasi beragama, Ngepeh diharapkan menjadi dusun percontohan di Jombang.
Artikel Terkait
Lazisnu Banyuwangi Salurkan Santunan ke Anak Yatim dan Dhuafa
Luar Biasa! Ternyata Begini Sisi Menarik Panglima Besar Jenderal Sudirman yang Taat Beragama
Habib Jafar Ucapkan Selamat kepada Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian dan Toleransi Beragama