Promedia perlu lebih adaptif dalam membaca pola pikir para calon penulis yang sering datang dengan ekspektasi instan, bahkan tanpa membaca dengan baik apa yang mereka masuki.
Rumah ini perlu terus belajar, seperti yang selalu diajarkannya pada para penulis, mulai dari memperbaiki cara berkomunikasi, memperkuat edukasi literasi sejak awal, dan memastikan bahwa setiap mitra media juga bertanggung jawab membimbing SDM-nya.
Literasi yang lemah di antara mereka yang ingin menulis juga merupakan tantangan nyata bagi ekosistem ini.
Jika Promedia ingin benar-benar menjadi rumah yang sehat dan berkelanjutan, memahami kegagalan mereka yang malas membaca adalah juga bagian dari cara membaca zaman dan menyiapkan diri demi masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!