Bagi sebagian warga, jalur ini hanya tinggal cerita dari orang tua mereka. Namun bagi sejarawan dan pegiat warisan budaya, ini adalah bagian penting dari narasi Jember yang tak boleh hilang begitu saja.
"Melestarikan cerita jalur kereta Rambipuji-Puger bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menggali identitas lokal yang pernah berperan penting dalam roda ekonomi masa penjajahan," tegas Hakim.
Mungkinkah suatu hari, jalur ini bisa hidup kembali sebagai wisata sejarah atau transportasi alternatif?***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini