*Mukani
SketsaNusantara.id - Beberapa hari ini #KaburAjaDulu menjadi trending topic paling viral di media sosial.
Ada kekhawatiran ini adalah fenomena makin menurunnya rasa nasionalisme di kalangan anak muda Indonesia. Sehingga mereka lebih tertarik berkarir ke luar negeri.
Tapi kondisi riil di lapangan menunjukkan sisi negatif dari bonus demografi di Indonesia. Limpahan usia muda produktif belum diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang seimbang. Meski pemerintah sudah mengantisipasi berbagai dampak dari bonus demografi ini.
Kritik-Konstruktif
Dalam sebuah sesi dialog di televisi nasional Kompas, Selasa 18 Februari 2025, menghadirkan Wakil Menteri Tenaga Kerja RI Immanuel Ebenezer (Noel) dan Ainun Najib. Nama terakhir ini adalah WNI yang sudah 20 tahun lebih bekerja di Singapura. Sejak masih mahasiswa hingga sekarang sudah berkeluarga.
Diakui, bahwa awal mula tagar #KaburAjaDulu diinisiasi Najib dan beberapa rekannya. Tujuannya memberikan kritik sosial terhadap berbagai fenomena yang dihadapi generasi muda. Terutama setelah lulus kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
Di satu sisi, di luar negeri terbentang luas berbagai pekerjaan yang mengakomodasi kompetensi yang dimiliki generasi muda. Tentu dengan gaji yang lebih banyak dari Indonesia. Meski di luar negeri sana pajak yang harus dibayar juga lebih tinggi.
Itu belum ditambah dengan problem tradisi dan sosiologi yang tidak sama dengan di Indonesia. Generasi muda Indonesia yang hendak mencari pengalaman ke luar negeri tentu harus berpikir ulang. Mempersiapkan diri sebaik mungkin, sebelum benar-benar mewujudkan mimpi keluar negeri.
Diakui, biaya kuliah di Indonesia juga masih lebih tinggi dari negara-negara Asia Tenggara. Belum lagi ditambah kesempatan memperoleh kerja yang layak juga masih sempit. Itupun di Indonesia masih dibatasi dengan usia minimal bekerja dan jangka waktu pensiun. Disinyalir berbagai kondisi ini mendorong banyak generasi mendukung #KaburAjaDulu ini.
Perspektif ini diapresiasi oleh Noel selaku wakil pemerintah. Apa yang diinisiasi Najib dan rekan-rekannya sebagai bentuk kritik konstruktif. Berbagai permasalahan yang disampaikan tentu akan dibahas bareng untuk menemukan titik solusinya. Terutama berbagai harapan generasi muda Indonesia yang mendorong mereka mendukung #KaburAjaDulu.