Minggu, 19 Juli 2026

Berbagai “Rekor” Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:55 WIB
Mukani (SketsaNusantara.id)
Mukani (SketsaNusantara.id)

Baca Juga: 6 Link Twibbon Hari Pahlawan Nasional 2025, Bingkai Foto Terfavorit untuk Unggahan Media Sosial

Latar belakang Marsinah juga dari keluarga biasa-biasa saja di desa, sebagaimana keterangan Marsini (2025), kakak kandung Marsinah. Bahkan dia menambahkan, Marsinah kecil berjualan ote-ote ke sekolah. Ini karena kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan. Bahkan mereka harus ikut dibesarkan kakek dan nenek, setelah ibunya meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi. Inilah yang oleh sejarawan Universitas Indonesia (UI) Didik Prajogi sebagai history from low.

Hal ketiga yang menjadi rekor Marsinah saat dinobatkan menjadi pahlawan nasional terkait dengan statusnya sebagai perempuan. Berdasarkan data dari Kementerian Sosial RI per tanggal 10 Oktober 2025, dari 206 pahlawan nasional yang sudah ditetapkan pemerintah, hanya 16 dari kaum perempuan. Itu berarti hanya sekitar 7,76%. Nama Marsinah diharapkan akan mampu menaikkan derajat prosentase itu.

Nama Marsinah, hingga meninggal dunia, terdeteksi belum pernah melakukan pernikahan. Itu artinya masih berstatus bujang dan belum memiliki keturunan. Marsinah hanya meninggalkan ahli waris dari jalur saudara kandung. Sedangkan nama-nama yang beredar menjadi pahlawan nasional mayoritas memiliki pasangan dan keturunan. Sangat sedikit sekali nama pahlawan nasional yang belum menikah.

Baca Juga: Umroh Mandiri Resmi Diizinkan Pemerintah, Wajib Penuhi 5 Syarat Administrasi Ini

Keunikan keempat dari nama Marsinah sebagai CPN ini membawa konsekuensi serius dari sisi ahli waris. Ini karena pemerintah akan memberikan tali asih setiap tahun kepada ahli waris dari keluarga sang pahlawan nasional. Tentu ini sudah dicarikan solusi dan disiapkan dokumen pendukung oleh tim pengusul dan akan diverifikasi dari tim pusat nantinya.

Bagi warga kabupaten Nganjuk, nama Marsinah akan menjadi pahlawan nasional yang pertama dari Kota Angin. Meski nama dr Soetomo sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional tahun 1961 silam, namun makam sosok kelahiran Ngepeh, Loceret, Nganjuk ini berada di Surabaya. Keberadaan makam Marsinah di kampung kelahirannya akan mempermudah warga Nganjuk untuk berziarah dan meneladani semangat kepahlawannya. Inilah yang menjadi “rekor kelima” dari usulan penetapan nama Marsinah menjadi CPN.

Berbagai rekor ini akan menjadi catatan sejarah tersendiri saat nama Marsinah ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Tentu yang jauh lebih penting dari itu semua adalah berbagai keteladanan yang sudah dicontohkan Marsinah, bahkan harus kehilangan nyawa, bisa diwarisi dan diteruskan oleh generasi mendatang. Karena perjalanan Indonesia ke depan akan ditentukan sejauh mana para pengemban amanatnya dalam meneladani perjuangan dari para pahlawan nasional itu.***

*Dosen STAI Darussalam Krempyang Nganjuk, Panelis Debat Calon Bupati Nganjuk Tahun 2024, tinggal di Jombang

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X