Minggu, 19 Juli 2026

Refleksi Hari Arafah: Puasa Arafah, Kesabaran, dan Keimanan

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Rabu, 4 Juni 2025 | 15:35 WIB
Imam Muslih (dok. SketsaNusantara.id)
Imam Muslih (dok. SketsaNusantara.id)

Baca Juga: Bolehkah Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha tapi Belum Qadha Ramadhan? Buya Yahya: Jika Seseorang Mempunyai...

Dalam Surah Al-Anfal ayat 2 disebutkan: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka.”

Hari Arafah adalah momen untuk memperbarui keimanan tersebut. Melalui ibadah puasa yang dilakukan dengan penuh penghayatan, seseorang akan merasakan kedekatan dengan Sang Khalik dan menyadari bahwa hidup ini adalah tentang berjuang dan bersabar dalam ketaatan.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah 2025 Terdapat Arab dan Latin Lengkap dengan Terjemahannya

Refleksi Sosial dari Puasa Arafah

Selain dimensi individual, puasa Arafah juga mengandung pesan sosial. Ia mengingatkan bahwa banyak orang yang merasakan lapar setiap hari, bukan karena berpuasa, melainkan karena kemiskinan. Dengan berpuasa, kita diajak untuk menumbuhkan empati, membuka kepedulian sosial, dan membangun kesalehan yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga berdampak sosial.

Hari Arafah dan puasa yang menyertainya adalah laboratorium iman dan kesabaran. Di hari yang agung ini, marilah kita manfaatkan untuk memperkuat relasi dengan Allah, mempertebal kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, serta memperbarui keimanan agar kita menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan bertaqwa.

Selamat menunaikan puasa Arafah. Semoga Allah menerima amal kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang sabar dan beriman.***

*Dosen PGMI Unhasy Jombang

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X