"Lu liat itu berapa banyak orang yang nggak punya background (ahli) gizi dan F&B bisa jadi kepala dapur. Bukti nyata kalau kesempatan itu terbuka buat semua," ujarnya.
Sindiran Kukuh semakin tajam saat membahas fenomena buzzer di media sosial. Ia menyinggung keberadaan akun-akun di media sosial yang aktif membela kebijakan pemerintah dengan narasi seragam.
"Lu liat itu berapa banyak orang yang tadinya nganggur sekarang punya kerjaan buat bacot di internet. Ngebelain kebijakan atau ngelawan kritik," sindirnya.
"Terus lu bilang, lhah itu mah buzzer. Emang buzzer bukan pekerjaan? Emang mereka nggak beli kuota buat nyebarin 'argumen template'? belinya pake apa," katanya.
Baca Juga: Garis Polisi Terpasang di SPPG Pilangwetan Demak, Imbas Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG
Tak hanya itu, Kukuh juga menyinggung pembukaan rekrutmen besar-besaran untuk posisi manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menyoroti persyaratan yang dinilai kontras dengan standar rekrutmen untuk mengisi posisi manajer pada umumnya. Terlebih, manajer Kopdes Merah Putih juga akan diangkat menjadi pegawai BUMN.
"Sekarang lagi dibuka 30 ribu manager Kopdes Merah Putih. Posisinya langsung jadi manager bro, bukan intern, bukan staff," ucapnya.
"Kalau loker di tempat lain, jadi manager butuh pengalaman bertahun-tahun, butuh portofolio kerjaan, ningkatin karir dari bawah," imbuhnya.
"Ini di (rekrutmen manajer Kopdes Merah Putih) mah santai. (Persyaratan) IPK 2,75 aja cukup. Ngapain lu cumlaude? Bekal IPK kurang dari 3, Lu bisa langsung jadi manager bro. Udah kaya CEO di Dracin (drama China)," ujarnya.
Dalam unggahannya, Kukuh melontarkan sindiran yang cukup menohok terkait realitas dunia kerja saat ini.
Ia menyebut bahwa kesulitan mencari pekerjaan bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga relasi dan posisi yang seolah menekankan pentingnya "ordal" dibanding mengasah skill.
"Kalau lu masih susah cari kerja, mungkin pola pikir lu aja yang salah dan kurang update. Lu masih main di aturan lama yang mikir skill itu utama. Padahal sekarang yang berlaku itu bukan 'lu bisa apa", tapi "lu kenal siapa' dan 'lu ada di pihak mana'," pungkasnya.
Artikel Terkait
Disinggung Soal Ordal dan Judol Oleh Rieke Diah Pitaloka, Budi Arie Setiadi Mendadak Tinggalkan Ruang Rapat: Izin ke Belakang!
Anies Baswedan Soroti PHK 2025: 42 Ribu Pekerja Kehilangan Mata Pencaharian, Lapangan Kerja Formal Makin Sulit
Lapangan Kerja Masih Seret, Pemerintah Tambah 80.000 Peserta Magang Nasional dengan Anggaran Rp1,4 Triliun
Sandiaga Uno Melakukan Perjalanan Bisnis ke Italia, Singgung Soal Kepemimpinan, Lapangan Kerja, dan Pertumbuhan Usaha Kecil
Sindiran Satir Komika Kukuh Adi di Tengah Polemik Pengadaan Motor Listrik untuk Operasional SPPG, Soroti Nasib Guru Honorer hingga Singgung Prioritas
Bukan Hal Sepele, Komika Kukuh Adi Singgung Kasus Pelecehan Verbal di UI yang Dianggap Cuma Sekedar 'Jokes Tongkrongan': Punya Mindset Jangan Katro!