Sabtu, 18 Juli 2026

Anies Baswedan Soroti PHK 2025: 42 Ribu Pekerja Kehilangan Mata Pencaharian, Lapangan Kerja Formal Makin Sulit

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram/aniesbaswedan)
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram/aniesbaswedan)

SketsaNusantara.id - Lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menjadi momok di dunia kerja Indonesia.

Dalam enam bulan pertama tahun 2025, lebih dari 42 ribu orang telah kehilangan pekerjaannya. Angka ini menambah daftar panjang pekerja terdampak PHK dalam tiga tahun terakhir.

“Di tahun 2023, ada 64 ribu kasus, 2024 melonjak jadi 77 ribu kasus, dan baru setengah tahun ini di 2025 sudah lebih dari 42 ribu orang kehilangan pekerjaan,” ujar Anies Baswedan dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat, 10 Oktober 2025.

Baca Juga: Beri Sambutan di Munas PKS, Prabowo Subianto Akui Tak Dendam Kepada Anies Baswedan Soal Nilai 11: Harus Dewasa!

Menurut Anies, data tersebut bukan sekadar statistik, melainkan kisah nyata banyak keluarga. “Di balik angka-angka ini, ada ayah yang harus begadang memikirkan tagihan listrik, ada ibu yang harus menjelaskan ke anak kenapa tidak bisa beli susu, ada anak muda fresh graduate yang mimpinya buyar,” imbuhnya.

Meningkatnya angka PHK juga diikuti dengan perubahan pola pekerjaan masyarakat. Banyak yang kehilangan pekerjaan formal kemudian beralih ke sektor informal. Anies menyebut kondisi itu menjadi tanda bahwa mencari pekerjaan tetap semakin sulit di Indonesia.

“Yang lebih menyakitkan, sebagian besar dari mereka tidak pindah ke pekerjaan formal baru, tapi justru jatuh ke sektor informal. Berdagang kecil-kecilan, jualan online yang seadanya, ojek online atau jadi pekerja serabutan,” paparnya.

Baca Juga: Hadir di Munas PKS ke-Vl, Prabowo Subianto Singgung Anies Baswedan Kasih Nilai 11: Emak-emak Jadi Kasihan

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, sektor informal memang memberi ruang bagi banyak orang untuk bertahan hidup, namun tidak menjamin kesejahteraan jangka panjang. Banyak pekerja di sektor tersebut hidup tanpa perlindungan sosial dasar seperti BPJS, THR, atau dana pensiun.

“Memang ada penghasilan, tapi hidup jadi tidak pasti. Tidak ada BPJS, tidak ada THR, apalagi bicara pensiun. Jadi wajar kalau banyak yang merasa, ‘Kerjaan sih ada, tapi hidup tetap susah,’” tambah Anies.

Ia juga menyoroti efek domino dari gelombang PHK terhadap perekonomian nasional. Ketika ribuan orang kehilangan penghasilan tetap, daya beli masyarakat menurun dan pasar menjadi sepi. Dampaknya meluas ke berbagai sektor, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah yang turut terpukul.

“Ini adalah masalah kita semua, ketika ribuan orang kehilangan penghasilan tetap, maka daya beli masyarakat jadi turun,” tegasnya.

Dalam bagian akhir video tersebut, Anies menilai bahwa solusi tidak cukup berupa program sementara. Ia menekankan pentingnya strategi jangka panjang yang fokus pada penciptaan lapangan kerja formal dan perlindungan tenaga kerja.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X