SketsaNusantara.id - Di tengah kesuraman zaman tak kala Majapahit mengalami penurunan, muncul satu tokoh 'maling budiman' yang menjadi penolong bagi rakyat miskin yang kelaparan.
Dia adalah Raden Syahid, putra Adipati Tuban tumenggung Wilatikta yang harus menyaksikan kesengsaraan rakyat akibat paceklik panjang juga himpitan upeti yang harus mereka bayar kepada Majapahit.
Esok putra Adipati Tuban ini akan mendapatkan julukan Sunan Kalijaga, seorang wali yang akan menyebarkan agama Islam di tanah Jawa bersama delapan wali lainnya, dilansir Sketsa Nusantara.id dari kanal YouTube Marhaban.
Asal-usul Sunan Kalijaga
Kehidupan Sunan Kalijaga begitu penuh liku, terlahir dengan nama Raden Syahid dari keluarga ningrat, kemudian menjadi pencuri sebagi bentuk protesnya kepada kebijakan ayahanda hingga kemudian nantinya ia akan menjelma menjadi salah satu sosok wali yang paling dihormati hingga saat ini.
Pada suatu malam, dengan memakai topeng, Raden Syahid mengendap-endap ke gudang penyimpangan milik kadipaten, kemudian secara rahasia ia bagikan barang curiannya kepada rakyat yang sedang kelaparan.
Meski melanggar hukum, namun apa yang dilakukan Raden Syahid berhasil menolong jiwa-jiwa yang sedang meregang nyawa karena kelaparan.
Namun naas, aksi kesekiannya mencuri ketahuan hingga ia ditangkap lalu dihadapkan pada Adipati Tuban, ayahnya sendiri.
Tentu saja sang ayah terkejut mendapati pencuri yang tertangkap itu adalah putranya sendiri. Namun Raden Wijaya membela diri bahwa bagaimana mungkin ia berdiam diri ketika melihat rakyat menderita
Namun apapun pembelaan Raden Syahid, hukum harus ditegakkan Adipati Tuban, sehingga ia kemudian mengusir sang putra dari kadipaten.
Titik tolak spiritual Sunan Kalijaga
Saat terusir dari rumah, dikucilkan dan tak bisa kembali ke rumah rupanya menjadi titik tolak bagi Raden Syahid menemukan jalan spiritualnya.