Salah satu tembang suluk yang dipercaya masyarakat sebagai karya seni Sunan Kalijaga adalah Lir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul.
Semua lirik tembang atau kesenian yang diajarkan berbahasa Jawa, menyesuaikan dialek masyarakat Jawa kala itu.
Kisah lain dikenal dari sosok Sunan Kalijaga yaitu cerita tentang ia yang bertapa menjaga sungai yang ada di tanah Jawa.
Cerita tersebut dihubungkan dengan nama Sunan Kalijaga yang berasal dari makna Bahasa Jawa jogo kali atau menjaga sungai.
Dikutip SketsaNusantara.id dari ungkapan Maulana Habib Luthfi bin Yahya dalam cuplikan YouTube Santri Bodho yang diposting pada 15 November 2022, ada makna lain dari gelar nama Sunan Kalijaga.
Gelar Kalijaga yang diberikan kepada Raden Sahid bukan karena ia bertapa menjaga sungai hingga bertahun-tahun.
"Bagaimana Kanjeng Sunan Kalijaga mendapat gelar Kalijogo, nggeh nyun sewu bukan mergo topo ning pinggir kali nganti lumuten."
Baca Juga: Tak Banyak yang Tau, Siapa Sunan Geseng? Punya Sejumlah Karomah di Luar Nalar!
"Mohon maaf bukan karena bertapa di tepi sungai sampai dipenuhi (badan) lumut," ujar Maulana Habib Luthfi bin Yahya.
Ada makna lain dari penyematan nama atau gelar Sunan Kalijaga, bukan 'kali' (sungai) 'jaga' (menjaga/bertapa).
"Kali niku maknane aliran (kali itu memiliki makna aliran)," ujar Habib Luthfi.
Maulana Habib Luthfi mengungkapkan bahwa zaman dahulu di masa Sunan Klaijaga ada banyak aliran yang dianut dan dipercaya masyarakat di tanah Jawa.
"Belum tentu antar aliran itu cocok, bagaimana aliran-aliran tersebut supaya tidak terpecah belah?" ujarnya.